— NEW YORK – Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, seorang miliarder investor ternama, menyarankan para investor untuk mempertimbangkan pengurangan porsi kepemilikan obligasi dalam portofolio mereka. Ia merekomendasikan pengalihan aset ke emas dan bitcoin (BTC) sebagai strategi perlindungan diri dari potensi krisis utang Amerika Serikat yang diperkirakan berisiko terjadi dalam tiga tahun mendatang.

Dalam sebuah unggahan di LinkedIn yang dilaporkan oleh Bloomberg, Dalio menekankan pentingnya diversifikasi investasi ke negara-negara dengan kondisi keuangan yang kuat. Ia berpendapat bahwa alokasi sekitar 10% hingga 15% dari portofolio ke emas, ditambah dengan sebagian kecil pada bitcoin, dapat membantu menekan risiko investasi sekaligus berpotensi meningkatkan imbal hasil.

Tantangan Utang dan Defisit Anggaran AS

Saran ini disampaikan di tengah kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) AS yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini bahkan mendorong Jepang, salah satu kreditur asing terbesar AS, untuk menjual obligasi AS guna menopang nilai tukar mata uang yen.

Kondisi keuangan pemerintah AS saat ini menunjukkan beberapa indikator yang memprihatinkan. Pendapatan negara diproyeksikan mencapai US$ 5,5 triliun, namun pengeluaran membengkak hingga US$ 7,5 triliun, menciptakan defisit anggaran sebesar US$ 2 triliun. Beban bunga utang saja diperkirakan mencapai sekitar US$ 1 triliun per tahun, sementara sekitar US$ 10 triliun utang lama memerlukan pembiayaan kembali (*refinanced*).

Dalio mengaitkan tren ini dengan siklus utang yang pernah ia uraikan dalam bukunya, *How Countries Go Broke: The Big Cycle*. Menurutnya, peningkatan biaya utang yang tidak diimbangi oleh permintaan investor akan memaksa kenaikan suku bunga atau mendorong bank sentral untuk mencetak uang guna membeli utang. Konsekuensi dari hal tersebut adalah pelemahan nilai mata uang dan lonjakan inflasi.

Untuk menghindari krisis dalam kurun waktu sekitar tiga tahun ke depan, Dalio menyarankan agar AS dapat memangkas defisit anggarannya hingga 3% dari produk domestik bruto (PDB). Hal ini dapat dicapai melalui kombinasi pemotongan anggaran, peningkatan pajak, dan penurunan suku bunga.

Reaksi Pasar dan Dampak Global

Menyusul analisis Dalio, harga emas dilaporkan melonjak ke level tertinggi sejak Mei. Sementara itu, bitcoin berhasil melampaui angka US$ 77.000 dan mencatat reli mingguan terbesar sejak tahun 2023.

Perekonomian global saat ini tengah dibayangi oleh krisis utang negara (*sovereign debt*). Akumulasi stimulus pascapandemi dan pengetatan suku bunga global telah memberikan tekanan fiskal yang signifikan. Selain Amerika Serikat, negara-negara dengan kekuatan ekonomi besar lainnya seperti Inggris, China, dan Jepang juga menghadapi tantangan serupa.

Ketidakpastian fiskal yang tinggi ini mendorong para investor global untuk melakukan pergeseran dari aset tradisional berbasis surat utang ke aset lindung nilai (*safe haven*) dan instrumen non-pemerintah. Tujuannya adalah untuk menjaga nilai kekayaan mereka dari ancaman inflasi sistemik yang terus membayangi.