DailyFX.ID — Nilai tukar rupiah (IDR) terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Berdasarkan data pasar spot exchange yang dirilis Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah tipis 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp 17.698 per dolar AS.
Perlemahan ini terjadi setelah pada penutupan perdagangan Jumat (21/8/2026), rupiah sempat menguat 54 poin atau 0,30% dan ditutup di level Rp 17.694 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS sendiri bergerak terbatas di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Pergerakan dolar AS dipengaruhi oleh ketidakpastian pasar pasca pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai pembelian kembali obligasi jangka panjang. Indeks dolar AS terpantau menguat hanya 0,02% dan berada di level 99,814.
Para pelaku pasar kini menantikan rincian sanksi terhadap Iran serta pidato kebijakan moneter dari Amerika Serikat dan Jepang yang dijadwalkan minggu ini. Di pasar global, dolar Kanada melemah 0,2% menjadi C$ 1,3798 per dolar AS setelah negosiasi perdagangan dengan AS menemui jalan buntu dan kedua negara saling memberlakukan tarif impor.
Sementara itu, poundsterling Inggris bertahan di level $ 1,3650 per dolar AS. Yuan China bergerak di kisaran level tertinggi dalam tiga setengah tahun terakhir pada angka 6,7222 per dolar AS. Mata uang euro juga dilaporkan bertahan pada posisi $ 1,1685 per dolar AS, sedangkan yen Jepang tetap berada di sisi yang kuat di bawah level 159 per dolar AS.
Mata uang Australia dan Selandia Baru diperdagangkan sedikit di bawah level tertingginya dalam tiga bulan, masing-masing di angka $ 0,7171 dan $ 0,5979 per dolar AS.
Ikuti DailyFX.ID
