DailyFX.ID — Nilai tukar rupiah (IDR) terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Pelemahan ini terjadi setelah rupiah sempat menguat pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Berdasarkan data pasar spot exchange yang dihimpun pada pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 41 poin atau 0,23% ke posisi Rp 17.796 per dolar AS. Posisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Senin (10/8/2026) yang berakhir menguat 142 poin (0,79%) ke level Rp 17.755 per dolar AS.
Penguatan dolar AS di pasar global terjadi seiring kenaikan harga minyak. Selain itu, rilis laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya menimbulkan keraguan mengenai ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Dolar AS sendiri tercatat menguat 0,20% ke level 99,80.
Analis di TD Securities mengungkapkan bahwa tren penurunan baru bagi USD mulai terbentuk menyusul serangkaian faktor pelemahan. “Namun, kami memperkirakan USD akan tetap mendapat dukungan terhadap mata uang G10 sampai data inflasi yang rendah memungkinkan pasar untuk tidak lagi memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat,” ungkapnya dalam sebuah laporan.
Sementara itu, mata uang euro tercatat turun 0,13% menjadi $1,1542 per dolar AS. Dolar Australia juga melemah 0,16% menjadi $0,7056 per dolar AS menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia yang dijadwalkan pada hari Selasa.
Di sisi lain, yen Jepang dilaporkan stabil pada hari Selasa setelah sempat anjlok tajam pada sesi sebelumnya. Yen Jepang menguat ke level 158,93 per dolar AS selama sesi perdagangan Asia, namun posisinya masih jauh dari level tertinggi tiga bulan di angka 155,20 yang dicapai pekan lalu.
Ikuti DailyFX.ID
