DailyFX.ID — JAKARTA – Nilai tukar rupiah (IDR) mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Selasa, 15 September 2026. Rupiah ditutup melemah 25 poin atau 0,14% ke level Rp 17.694 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di Rp 17.669 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi di tengah momen serah terima jabatan Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada hari yang sama. Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa penunjukan Suahasil diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3%.
“Penunjukannya (Suahasil Nagara menjadi Menkeu) akan memperkuat kepercayaan terhadap disiplin fiskal dan kerangka defisit di bawah 3%,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
Namun, Ibrahim menyoroti bahwa Suahasil akan menghadapi tantangan signifikan selain menjaga angka defisit. Pemerintah memiliki ambisi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, dengan target 6% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, sementara belanja negara mencapai Rp 4.097,2 triliun.
“(Suahasil Nagara) harus mengelola APBN di tengah kebutuhan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas, menghadapi tekanan harga energi global, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap kesehatan fiskal Indonesia,” katanya.
Dari sisi eksternal, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh ketegangan yang berlanjut di Timur Tengah. Serangan lanjutan kelompok Houthi asal Yaman terhadap Arab Saudi pada Senin meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.
Selain itu, rupiah melemah menjelang laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat. Laporan ini krusial untuk memastikan langkah kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan minggu ini.
Ikuti DailyFX.ID
