— JAKARTA – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp 17.861 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi setelah pada hari sebelumnya, Selasa (19/8/2026), rupiah ditutup melemah 64 poin atau 0,36% ke level Rp 17.862 per dolar AS. Pelemahan sehari sebelumnya sempat membuat rupiah berada di level yang cukup jauh dari penguatan hari ini.

Dolar AS sendiri bergerak di kisaran level terendah dalam beberapa bulan terakhir pada hari Rabu. Hal ini terjadi seiring melandainya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS atau Treasury dari level tertinggi yang sempat dicapai baru-baru ini. Imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun melanjutkan penurunannya dan terakhir berada di angka 4,702%. Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun turun menjadi 5,282%.

Indeks dolar AS tercatat turun tipis ke level 99,65. Di sisi lain, mata uang euro sedikit menguat ke level $ 1,1577 per dolar AS. Posisi ini tetap berada di dekat level tertinggi dalam dua bulan yang sempat dicapai awal pekan ini.

Sementara itu, poundsterling Inggris relatif stabil di $ 1,3533 per dolar AS. Mata uang ini bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga bulan menjelang rilis data inflasi Inggris pada hari Rabu, yang diperkirakan akan menunjukkan tekanan harga yang persisten. Yen Jepang juga relatif tidak banyak berubah di posisi 159,56 per dolar AS.

Penguatan yen akibat intervensi pasar sebelumnya sebagian besar telah terkikis, namun nilainya masih jauh dari level terendah dalam beberapa dekade yang berada di kisaran 164.