DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Karya Pacific Energy (IATA), yang sebelumnya dikenal sebagai PT MNC Energy Investments Tbk, menjadi pusat perhatian investor. Pada sesi I perdagangan Senin (10/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saham berkode IATA melonjak 11,30% ke level Rp 128.
Lonjakan ini didukung oleh volume perdagangan yang masif. Sebanyak 1,64 miliar saham telah ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 43.566 kali, menghasilkan nilai transaksi total Rp 206 miliar. Dalam sebulan terakhir, saham IATA bahkan telah meroket lebih dari 100%, dengan catatan pembelian bersih oleh investor asing senilai Rp 8,86 miliar per 7 Agustus 2026.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyoroti saham IATA sebagai salah satu ‘trending stock’. Analis sekuritas tersebut menduga lonjakan signifikan ini dipicu oleh pergantian pengendali perusahaan.
“IATA keluar dari Grup MNC dan kini dikendalikan oleh PT Karya Pacific Investama, yang memicu ekspektasi terhadap arah bisnis dan strategi baru,” papar BRIDS dalam catatannya pada Senin (10/8/2026). Perubahan kepemilikan ini menimbulkan spekulasi pasar mengenai potensi transformasi bisnis.
Menurut BRIDS, pergeseran struktur kepemilikan ini menjadi katalisator yang meningkatkan minat investor terhadap potensi ekspansi dan aksi korporasi lanjutan yang mungkin akan dilakukan perusahaan.
Secara teknikal, saham IATA menunjukkan momentum yang kuat. BRIDS mencatat bahwa saham IATA berhasil menembus (breakout) area Rp 89-97 disertai lonjakan volume. Indikator MACD juga menunjukkan penguatan positif, dan harga saham kini berada di atas rata-rata pergerakan harga 20 hari (MA20) dan 200 hari (MA200).
“Harga mulai memasuki area suplai Rp 125-142, sehingga aksi ambil untung (profit taking) berpotensi terjadi. Level support Rp 117 menjadi krusial untuk menjaga momentum bullish,” pungkas BRIDS.
Ikuti DailyFX.ID
