— Saham empat emiten yang terafiliasi dengan Hary Tanoesoedibjo turut tertekan seiring dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Kamis (24/9/2026). Keempat saham tersebut bahkan masuk dalam daftar saham dengan pelemahan terbesar atau top losers pada hari ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tercatat mengalami pelemahan signifikan sebesar 67,8 poin atau 1,06% ke level 6.307,1. Indeks bergerak di zona merah sepanjang sesi pertama, dengan rentang pergerakan antara 6.304 hingga 6.368.

Pada sesi pertama, total diperdagangkan sebanyak 19,57 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,1 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 962.485 kali transaksi.

Kondisi pasar menunjukkan bahwa 171 saham menguat, sementara 453 saham mengalami pelemahan, dan 162 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, dengan pelemahan mencapai 1,27%.

Seluruh sektor saham juga terpantau melemah pada akhir sesi pertama. Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan ambruk 1,64%, diikuti oleh sektor barang baku sebesar 1,62%, sektor properti 1,35%, sektor teknologi 1,17%, dan sektor energi 1,1%.

Pergerakan indeks saham di Asia pada sesi pertama juga mayoritas menunjukkan tren pelemahan. Indeks Shanghai (China) turun 0,91%, Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,47%, dan Straits Times (Singapura) terkoreksi 0,07%. Namun, indeks Nikkei (Jepang) justru melonjak 1,15%.

Nasib Emiten Hary Tanoe

Di tengah pelemahan pasar, saham empat emiten Grup Hary Tanoe masuk dalam daftar top losers. Saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengalami pelemahan paling drastis, bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Harga saham MNCN anjlok 14,55% ke level Rp 141.

Selain MNCN, emiten Hary Tanoe lainnya yang juga terdaftar sebagai top losers adalah PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang turun 13,76% ke Rp 94, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) terpangkas 13,22% ke Rp 210, dan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) yang melemah 9,09% ke Rp 50.

Sementara itu, di sisi lain pasar, saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) justru melonjak hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Harga saham UNSP melesat 25% ke Rp 320, dan FORU melonjak 24,58% ke Rp 294.