DailyFX.ID — JAKARTA – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) berpotensi meraih keuntungan signifikan seiring dengan dimulainya operasional smelter aluminium baru. Fasilitas berkapasitas 500 ribu ton per tahun ini diperkirakan akan mendorong laba bersih perusahaan dan membuka peluang penguatan harga sahamnya, dengan target harga yang diproyeksikan tinggi.
Analisis dari Sucor Sekuritas memperkirakan laba bersih ADMR akan melonjak menjadi US$482 juta pada tahun 2026, naik dari angka US$271 juta pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh kontribusi dari smelter aluminium yang telah beroperasi. Lebih lanjut, laba bersih ADMR diproyeksikan terus meningkat menjadi US$578 juta pada tahun 2027, yang menandai kenaikan sebesar 113% dibandingkan dengan estimasi tahun 2025.
“Alhasil, laba bersih per saham (EPS) ADMR ditaksir naik menjadi Rp212 dan Rp255 tahun 2026 dan 2027 vs tahun 2025 Rp110,” demikian kutipan riset Sucor Sekuritas yang dirilis Minggu (23/8/2026).
Sucor mencatat bahwa PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), sebuah anak usaha ADMR yang mengelola smelter aluminium, telah memulai ekspor pada Juni 2026. Volume ekspor awal mencapai 35 ribu ton dengan tujuan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Hingga akhir tahun 2026, Sucor memperkirakan penjualan KAI akan mencapai 280 ribu ton, sedikit di bawah panduan manajemen yang menargetkan 350 ribu ton.
Sejalan dengan peningkatan volume produksi dan ekspor, pendapatan ADMR diproyeksikan mengalami lonjakan tajam pada tahun 2026 dan 2027. Pendapatan diperkirakan mencapai US$2,1 miliar pada 2026 dan US$2,8 miliar pada 2027, meningkat signifikan dari angka US$973 juta pada tahun 2025.
Target Saham dan Valuasi
Analisis Sucor Sekuritas juga menyoroti perbaikan arus kas perusahaan. Diprediksi, free cash flow to the firm (FCFF) ADMR akan berbalik positif menjadi US$210 juta pada tahun 2026, setelah sebelumnya tercatat negatif sebesar -US$615 juta pada tahun 2025. Proyeksi ini menunjukkan perbaikan kondisi keuangan perusahaan yang lebih sehat.
Lebih lanjut, utang bersih perusahaan diperkirakan akan menurun drastis hingga mendekati nol pada tahun 2027. Kondisi ini memungkinkan perseroan untuk memegang kas bersih pada tahun 2028, menandakan stabilitas finansial yang kuat.
Berdasarkan analisis fundamental dan prospek pertumbuhan tersebut, Sucor Sekuritas menetapkan rekomendasi buy untuk saham ADMR. Target harga yang ditetapkan adalah Rp2.150 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 28% dari harga saat ini.
Saat ini, saham ADMR diperdagangkan pada valuasi yang menarik. Rasio Enterprise Value to Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EV/EBITDA) untuk tahun 2027 diproyeksikan sebesar 3,7 kali. Angka ini berada di bawah rata-rata valuasi pemain industri aluminium global yang mencapai 8,2 kali EV/EBITDA, menunjukkan adanya potensi apresiasi lebih lanjut bagi saham ADMR.
Ikuti DailyFX.ID
