— Pasar saham menunjukkan respons positif atas pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan, dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. Pada Senin (14/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami pelemahan signifikan hingga 2,5%, namun kemudian berbalik arah dan sempat menguat tipis 5,3 poin atau 0,08% ke level 6.546. Penguatan ini terjadi setelah adanya kepastian mengenai figur yang akan menggantikan Purbaya.

Meskipun demikian, penguatan tersebut tidak bertahan hingga akhir sesi perdagangan. IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 6,6 poin atau 0,1% ke level 6.534,69 pada hari yang sama.

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai bahwa respons positif pasar ini terutama didorong oleh berkurangnya kekhawatiran investor terhadap potensi perubahan arah kebijakan fiskal. Suahasil Nazara dianggap bukan figur yang asing bagi pasar karena telah lama berkecimpung di lingkungan Kementerian Keuangan dan memiliki pemahaman mendalam mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mekanisme birokrasi fiskal.

“Sejauh ini, ini baru relief rally karena tail risk mengecil. Penggantinya bukan politisi atau figur yang sama sekali asing bagi pasar, melainkan insider Kementerian Keuangan yang memahami APBN dan mesin birokrasi fiskal,” ujar Liza di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Relief rally merupakan fenomena penguatan pasar yang terjadi setelah meredanya kekhawatiran terhadap suatu risiko. Sementara itu, tail risk merujuk pada risiko ekstrem yang memiliki peluang kecil untuk terjadi, namun dapat menimbulkan dampak yang sangat besar.

Liza menambahkan bahwa rekam jejak Suahasil Nazara juga turut berkontribusi dalam membentuk persepsi positif investor. Suahasil telah mendampingi Sri Mulyani Indrawati sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2019 dan memiliki latar belakang yang kuat di bidang kebijakan fiskal.

Kondisi ini menimbulkan harapan di kalangan pasar bahwa komunikasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Suahasil akan menjadi lebih terprediksi. Investor juga melihat adanya peluang terjaganya kesinambungan kebijakan dan kredibilitas fiskal, yang selama ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar.

“Pasar mengapresiasi harapan akan continuity and fiscal credibility,” tutur Liza.

Namun, Liza menegaskan bahwa penguatan pasar saat ini belum sepenuhnya mencerminkan keyakinan investor bahwa Suahasil akan menjadi ‘Sri Mulyani 2.0’. Respons positif tersebut lebih kepada meredanya ketidakpastian setelah posisi Menteri Keuangan diisi oleh figur yang telah memahami kebijakan dan struktur Kementerian Keuangan.

Kemampuan Suahasil dalam menjaga kredibilitas fiskal di tengah agenda belanja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan menjadi salah satu ujian awal baginya. Pasar akan mencermati sejauh mana kesinambungan dan disiplin fiskal dapat dipertahankan ketika pemerintah menjalankan agenda belanjanya.

Suahasil Nazara secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan dalam perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin (14/9/2026), menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2019.

Suahasil adalah seorang ekonom dan Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1994, kemudian melanjutkan pendidikan dan meraih Master of Science dari Cornell University pada tahun 1997, serta Doctor of Philosophy (PhD) dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada tahun 2003.