DailyFX.ID — JAKARTA – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi serat secara rutin memiliki peran signifikan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat serta mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Namun, ironisnya, mayoritas masyarakat Indonesia, sekitar 96%, masih belum memenuhi asupan serat harian yang direkomendasikan, terutama dari sumber alami seperti sayuran dan buah-buahan.
“Kecukupan serat harian berperan penting untuk menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kadar kolesterol, serta berkontribusi pada pengelolaan risiko diabetes,” ujar Chief Commercial Officer PT Lautan Natural Krimerindo, Juwono Hartanto.
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, angka defisit konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat utama pada penduduk berusia 5 tahun ke atas mencapai 96,7%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan data Riskesdas 2018 yang mencatat angka sekitar 95,4%.
Menjawab tantangan ini, PT Lautan Natural Krimerindo berinovasi dengan menghadirkan bubuk nabati serbaguna yang kaya serat. Produk ini dirancang sebagai solusi praktis untuk meningkatkan asupan serat harian masyarakat tanpa mengubah cita rasa pada berbagai olahan makanan dan minuman.
“Bubuk serat ini dapat digunakan sebagai pengganti santan maupun susu dalam berbagai olahan makanan dan minuman sehari-hari, mulai dari kopi, teh, sup, hingga masakan bersantan, sekaligus menjadi cara praktis untuk menambah asupan serat harian tanpa mengorbankan cita rasa,” jelas Head of brand PT Lautan Natural Krimerindo untuk FiberCreme, Pricilla Fabiola.
Manfaat kesehatan dari bubuk serat ini telah teruji melalui serangkaian riset dan uji klinis yang bekerja sama dengan berbagai institusi terkemuka di Indonesia. Sebuah studi klinis yang melibatkan 53 partisipan dengan hiperlipidemia berhasil menunjukkan penurunan kadar trigliserida hingga 11,8%, penurunan kadar kolesterol hingga 11,3%, serta penurunan rasio risiko kardiovaskular hingga 10,6% setelah rutin mengonsumsi produk ini.
“Selain itu, hasil pengujian in vitro juga menunjukkan bahwa bubuk serat ini memiliki indeks glikemik (glycemic index) sebesar 51, yang menempatkannya dalam kategori pangan dengan indeks glikemik rendah sehingga aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes,” tambah Priscilla.
Juwono Hartanto menambahkan bahwa produk inovatif yang baru-baru ini meraih penghargaan Top Brand Award dan Penghargaan Inovasi Produk Pangan dan Gizi dari Pergizi Pangan Indonesia ini tidak hanya dipasarkan di pasar domestik, tetapi juga telah didistribusikan ke sejumlah negara.
“Kami berharap, melalui produk inovatif FiberCreme, kami dapat berkontribusi membuat masyarakat Indonesia yang semakin sehat. Saat ini FiberCreme juga sudah didistribusikan ke sejumlah negara lain, sebagai bagian dari komitmen kami menghadirkan solusi pangan fungsional berbasis inovasi lokal untuk pasar global,” pungkas Juwono Hartanto.
Ikuti DailyFX.ID
