— Vatikan tengah mengembangkan sebuah proyek ambisius untuk membangun pembangkit energi terbarukan berbasis agrivoltaik dengan total investasi mencapai 100 juta euro atau sekitar Rp 1,7 triliun. Proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik Takhta Suci dan meningkatkan kemandirian energi negara kota tersebut.

Pembangkit energi surya ini akan memadukan pemanfaatan tenaga matahari dengan kegiatan pertanian. Kapasitas yang ditargetkan mencapai 80 hingga 90 megawatt (MW), menjadikannya salah satu instalasi agrivoltaik terbesar di Italia. Sistem agrivoltaik memungkinkan panel surya dipasang beberapa meter di atas permukaan tanah, sehingga lahan di bawahnya tetap bisa dimanfaatkan untuk pertanian. Keunggulan lain dari sistem ini adalah naungan panel surya yang dapat mengurangi penguapan air dan melindungi tanaman dari cuaca ekstrem.

Lokasi pembangunan pembangkit telah ditentukan di kawasan Santa Maria di Galeria, milik Vatikan, yang terletak di pinggiran barat laut Roma. Area seluas sekitar 450 hektare ini sebelumnya telah digunakan sebagai lokasi fasilitas transmisi Radio Vatikan sejak tahun 1950-an. Sebuah komisi gabungan Italia-Vatikan telah mengadakan pertemuan pada awal Agustus untuk memulai proyek ini, menyusul ratifikasi perjanjian bilateral oleh Italia terkait pengembangan kawasan tersebut.

Para ahli yang terlibat dalam pembahasan proyek memperkirakan proses pembangunan akan memakan waktu sekitar 18 hingga 24 bulan. Perkiraan waktu ini sudah mencakup seluruh tahapan, mulai dari perizinan hingga administrasi yang diperlukan. Panel surya, yang dilengkapi dengan sistem pelacak pergerakan matahari, rencananya akan dipasang di area seluas kurang lebih 200 hektare, hampir separuh dari total luas kawasan Santa Maria di Galeria.

Pembangkit ini tidak hanya dirancang untuk memasok listrik bagi fasilitas transmisi Radio Vatikan, tetapi juga berkontribusi pada target kemandirian energi Negara Kota Vatikan. Lebih lanjut, listrik yang dihasilkan berpotensi disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah fasilitas terafiliasi dengan Takhta Suci, termasuk Rumah Sakit Bambino Gesù di Roma. Apabila produksi listrik melebihi kebutuhan internal Vatikan, kelebihan energi tersebut akan disalurkan ke jaringan listrik Italia.

Menariknya, Vatikan tidak akan menerima insentif finansial yang biasanya diberikan oleh pemerintah Italia bagi pemasang pembangkit tenaga surya, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha. Proyek agrivoltaik ini merupakan salah satu prioritas dari Paus Fransiskus dan mendapat dukungan kuat dari Paus Leo XIV. Perjanjian bilateral antara Italia dan Vatikan memberikan status khusus bagi proyek ini, termasuk pembebasan dari beberapa pajak dan pungutan publik Italia, dengan syarat pelaksanaannya tidak menimbulkan beban tambahan bagi keuangan negara Italia.

Proses tender untuk kontrak pengerjaan proyek ini dijadwalkan akan dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Sebelumnya, Vatikan telah menunjukkan komitmennya terhadap energi surya. Pada tahun 2008, di era Paus Benediktus XVI, sebanyak 2.400 panel fotovoltaik telah dipasang di atap Nervi Hall, sebuah gedung yang sering digunakan untuk audiensi kepausan dan konser.