DailyFX.ID — Akulaku Group, yang terdiri dari PT Akulaku Silvrr Indonesia, PT Akulaku Finance Indonesia, dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kelompok usaha di bidang keuangan ini meyakini bahwa sinergi antar berbagai sektor dapat memperkuat upaya respons terhadap bencana alam.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Baznas RI dengan tujuan mendukung penyediaan dan distribusi bahan pangan pokok bagi masyarakat yang terdampak. Penyaluran ini akan dilaksanakan melalui jaringan tanggap kemanusiaan Baznas RI, yang akan menyesuaikan dengan kebutuhan prioritas yang telah teridentifikasi di lokasi bencana.
Seremoni penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Baznas RI, Jakarta, pada tanggal 10 September 2026. Akulaku Group diwakili oleh Herryson selaku Direktur Utama PT Akulaku Silvrr Indonesia, Edy Salim selaku Direktur Teknologi Informasi PT Akulaku Finance Indonesia, dan Adrian Soewardjo selaku Direktur Operations & IT BNC. Sementara itu, Baznas RI diwakili oleh Syarifuddin, Pimpinan Bidang Riset, Perencanaan, Pengembangan, dan Inovasi, serta Fitriansyah Agus Setiawan, Direktur Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan.
“Kami berharap bantuan ini dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” ujar Edy Salim pada Senin (14/9/2026). Ia menambahkan bahwa keterlibatan sektor swasta dan lembaga kemanusiaan dapat memperkuat upaya kolektif dalam merespons bencana.
“Kami percaya bahwa ketika dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat bergerak menuju tujuan kemanusiaan yang sama, dampak yang dihasilkan dapat menjadi lebih besar. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mendukung mereka dalam menjalani proses pemulihan,” tambah Edy Salim.
Bantuan yang disalurkan akan difokuskan pada pengadaan dan distribusi bahan pangan pokok, seperti beras, minyak goreng, mi instan, serta kebutuhan pokok esensial lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat selama masa tanggap darurat dan tahap awal pemulihan.
Baznas RI akan mengkoordinasikan penyaluran bantuan ini melalui jaringan kemanusiaannya, termasuk untuk menjangkau wilayah terdampak bencana yang sulit diakses. Mekanisme ini diharapkan dapat memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 berdampak pada masyarakat di sejumlah wilayah, menyebabkan kerusakan pada rumah dan infrastruktur penting. Bencana ini juga memaksa sebagian warga mengungsi dan meningkatkan kebutuhan akan bantuan segera, termasuk bahan pangan serta kebutuhan pokok lainnya selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Ikuti DailyFX.ID
