— JAKARTA – Prospek produksi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang kuat didukung oleh tingginya harga tembaga dan emas, serta rendahnya belanja modal, diprediksi akan menopang kinerja laba dan arus kas yang lebih solid ke depannya. Mandiri Sekuritas menilai perusahaan akan terus memprioritaskan pengurangan utang melalui pendanaan dari arus kas operasional, sekaligus mempersiapkan pengembangan tambang Elang.

Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham AMMN dengan target harga Rp 7.100. Posisi ini memberikan potensi keuntungan hampir 50% bagi investor, mengingat harga saham AMMN saat berita ini disusun berada di level Rp 4.750.

Sebelumnya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) telah menyampaikan laporan keuangan semester I-2026 yang telah diaudit. Perseroan berhasil mencatatkan penjualan bersih atau omzet sebesar US$ 2,05 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini. Angka ini melonjak lebih dari 1.000% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang hanya mencapai US$ 182,59 juta.

Peningkatan signifikan pada penjualan semester I-2026 ditopang oleh penjualan domestik yang meliputi katoda tembaga bersih senilai US$ 430,7 juta dan emas murni senilai US$ 311,06 juta. Selain itu, penjualan ekspor juga berkontribusi besar, mencakup konsentrat tembaga bersih senilai US$ 491,52 juta, emas bersih senilai US$ 586,92 juta, serta penjualan produk akhir katoda tembaga bersih senilai US$ 232,19 juta.

Manajemen AMMN menyatakan bahwa pencapaian penjualan bersih sebesar US$ 2,05 miliar merupakan peningkatan signifikan secara tahunan (year-on-year). Hal ini didorong oleh peningkatan volume produksi, peningkatan volume penjualan, serta harga komoditas yang kondusif.

Sejalan dengan peningkatan omzet, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan menjadi US$ 1,08 miliar dari sebelumnya US$ 126,89 juta. Namun, hal ini berbanding lurus dengan lonjakan laba kotor yang melesat dari US$ 55,70 juta menjadi US$ 964,15 juta.

Kinerja positif juga tercermin pada laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang mencapai US$ 497,92 juta di semester I-2026. Angka ini berbanding terbalik dengan kondisi semester I-2025 yang mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 148,72 juta.

Hingga 30 Juni 2026, total aset Amman Mineral Internasional tercatat sebesar US$ 13,8 miliar dengan total liabilitas US$ 7,93 miliar. Angka ini sedikit mengalami penyesuaian dibandingkan posisi 31 Desember 2025, di mana total aset tercatat US$ 13,87 miliar dan liabilitas US$ 8,43 juta.