DailyFX.ID — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menarik perhatian investor asing. Pada perdagangan Jumat, 25 September 2026, saham emiten perbankan ini mencatatkan pembelian bersih oleh investor asing senilai Rp 103,17 miliar.
Pergerakan positif ini turut mendorong harga saham BBCA ditutup menguat 0,40% ke level Rp 6.250. Total sebanyak 89,45 juta saham BBCA diperdagangkan dengan frekuensi mencapai 16.939 kali, menghasilkan nilai transaksi kumulatif Rp 557,96 miliar.
Sebelumnya, pada Kamis, 24 September 2026, saham BCA juga telah dicicil oleh investor asing dengan net buy tipis Rp 6,92 miliar. Hal ini menandai pembalikan arah setelah periode 9 hingga 23 September 2026, di mana saham BBCA secara konsisten membukukan penjualan bersih asing dengan total akumulasi net sell mencapai Rp 2,59 triliun.
Dalam riset terbarunya, broker UOB Kay Hian Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBCA dengan target harga Rp 8.150. Angka ini memberikan potensi kenaikan sekitar 30% dari harga saat riset diterbitkan. BBCA dinilai sebagai saham pilihan utama di sektor perbankan berkat pendanaan yang solid, serta modal dan likuiditas yang memadai.
UOB Kay Hian Sekuritas memproyeksikan rerating valuasi BBCA dapat terjadi jika terjadi perbaikan kinerja ekonomi makro Indonesia dan arus dana asing kembali mengalir deras ke pasar saham. Hal ini didukung oleh laba bersih BBCA (bank only) per Agustus 2026 yang tumbuh 13,1% secara tahunan menjadi Rp 4,92 triliun, dengan akumulasi laba mencapai Rp 40,17 triliun atau tumbuh 2,85%.
Proyeksi laba bersih BBCA untuk tahun 2026 dan 2027 masing-masing diprediksi mencapai Rp 60 triliun dan Rp 65 triliun. Yield dividen tahun 2026 diperkirakan sebesar 5,7%, dan diprediksi membesar menjadi 6,1% pada tahun 2027.
Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara tegas membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana aksi akuisisi yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. BCA menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki rencana aksi korporasi seperti yang digembar-gemborkan di media sosial. “Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” jelas Hera dalam keterangannya pada Jumat, 25 September 2026.
Hera mengimbau seluruh nasabah dan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya pada informasi yang bersumber dari media sosial. Ia menekankan pentingnya memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi perusahaan atau media yang kredibel. BCA, lanjutnya, senantiasa menjalankan seluruh kegiatan usahanya dengan berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian, integritas, serta mematuhi seluruh ketentuan regulasi yang berlaku.
Ikuti DailyFX.ID
