— Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi penarik utama dana investor asing ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 14 September 2026. Investor asing mencetak transaksi beli bersih (net buy) saham AMMN senilai Rp 199,89 miliar di pasar reguler, berdasarkan data Stockbit Sekuritas. Sementara itu, net buy asing pada saham BRMS mencapai Rp 130,5 miliar.

Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 338,2 miliar di seluruh pasar BEI pada hari yang sama. Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini tercatat sebesar Rp 71,7 triliun, berdasarkan data BEI. Net sell terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Antam Tbk (ANTM) yang mencapai Rp 209,3 miliar, diikuti oleh saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 171,9 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 146,89 miliar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga mencatat net sell asing senilai Rp 102,6 miliar.

Potensi Inflow AMMN dan BRMS dari Revisi Indeks

Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berpotensi menerima aliran dana pasif masuk (inflow) setelah bobot ketiganya mengalami kenaikan dalam evaluasi Global Gold Miners Index (GDX) dan Global Junior Gold Miners Index (GDXJ), yang akan efektif berlaku mulai 18 September 2026. Sebaliknya, bobot saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengalami penurunan, sehingga berpotensi mencatat arus dana keluar (outflow).

Dalam komposisi indeks saat ini, AMMN menjadi anggota indeks GDX, sementara ARCI dan EMAS berada di indeks GDXJ. BRMS masuk dalam kedua indeks tersebut, GDX dan GDXJ. Tidak ada saham emiten Indonesia lain yang masuk atau keluar dari kedua indeks tersebut dalam evaluasi terbaru ini.

Market Vectors Index Solutions, penyedia indeks yang menjadi acuan VanEck, merevisi faktor saham yang beredar di publik (free float factor) untuk sejumlah saham emiten emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Free float ARCI naik dari 10% menjadi 16%, AMMN dari 21% menjadi 26%, dan BRMS dari 51% menjadi 60%. Sementara itu, free float EMAS dipangkas dari 37% menjadi 31%, dan free float PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tetap 10%. Perubahan ini secara langsung memengaruhi bobot masing-masing saham dalam indeks.

Investment Analyst Stockbit Group, Theodorus Melvin, menilai revisi free float menjadi faktor pembeda utama dalam evaluasi kali ini. Berdasarkan perhitungan Stockbit, AMMN berpotensi menerima inflow sebesar US$ 43 juta, BRMS senilai US$ 37 juta, dan ARCI sebesar US$ 3 juta. “Sedangkan EMAS diperkirakan menghadapi outflow sebesar US$ 18 juta, sementara PSAB berpotensi mencatat outflow US$ 0,2 juta,” ungkap Melvin dalam catatannya.