— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Sejumlah faktor diperkirakan akan menekan pergerakan pasar saham domestik.

Sentimen negatif utama datang dari mayoritas indeks di bursa Wall Street yang ditutup melemah. Selain itu, potensi berlanjutnya aksi jual investor terhadap saham berkapitalisasi besar seperti BYAN, serta aksi jual investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah juga menambah tekanan.

Di sisi lain, penguatan harga beberapa komoditas global seperti nikel, timah, emas, tembaga, dan batubara berpeluang memberikan sentimen positif bagi IHSG. Investor juga akan menanti keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan BI rate, yang menurut konsensus diperkirakan akan tetap dipertahankan pada level 5,75%.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.215-6.150 dan resist 6.340-6.400,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya pada Rabu (23/9/2026).

Perdagangan kemarin di bursa Wall Street menunjukkan penutupan yang bervariasi. Sikap hati-hati investor dalam mencermati perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis negatif yang menyebabkan Dow Jones dan S&P 500 berakhir di zona merah. Namun, kenaikan saham-saham di sektor teknologi berhasil mendorong Nasdaq memecahkan rekor tertingginya.

Sementara itu, harga minyak mentah global terpantau turun, dengan WTI melemah 1,24% ke level US$ 94,59 per barel dan Brent turun 1,09% menjadi US$ 99,25 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pertemuannya dengan delegasi Iran selama tiga jam berjalan sangat baik.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Trump juga menyatakan bahwa ia harus mengambil keputusan besar mengenai kelanjutan kesepakatan dengan Iran atau memusnahkan negara tersebut. Ia menambahkan keyakinannya bahwa Amerika Serikat dan Iran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan sela karena dinilai tidak masuk akal jika tidak melakukannya.

CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham CUAN, AMMN, PGEO, HRTA, MAPI, dan ISAT untuk diperdagangkan pada Rabu, 23 September 2026.