DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada perdagangan sesi I Jumat (25/9/2026). IHSG tercatat turun 34,87 poin atau 0,55% ke level 6.263,72. Pergerakan indeks sempat bervariasi di rentang 6.261 hingga 6.328, setelah sempat menunjukkan penguatan di awal sesi.
Dalam perdagangan tersebut, sebanyak 14 saham dilaporkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan masuk dalam daftar saham dengan pelemahan terbesar (top losers). Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) mencatat total 20,96 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,51 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 946.983 transaksi.
Secara keseluruhan, pergerakan saham di pasar menunjukkan dominasi pelemahan. Terdapat 140 saham yang mengalami kenaikan, namun jumlah ini kalah jauh dibandingkan 517 saham yang diperdagangkan menurun. Sementara itu, 130 saham lainnya stagnan. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga turut melemah sebesar 0,19%.
Hampir seluruh sektor saham mengalami tekanan pada penutupan sesi I. Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan ambruk 2,07%. Sektor infrastruktur menyusul dengan penurunan 1,3%, disusul sektor properti yang terkoreksi 1,04%, sektor energi 0,63%, dan sektor kesehatan 0,62%. Satu-satunya sektor yang menunjukkan penguatan adalah sektor teknologi, dengan kenaikan tipis 0,19%.
Pergerakan indeks saham di Asia mayoritas menguat pada sesi yang sama. Nikkei Jepang melesat 1,22% dan Straits Times Singapura naik 0,09%. Namun, Hang Seng Hong Kong anjlok 1,69%, sementara bursa Shanghai China libur.
Saham ARB dan ARA
Sebanyak 14 saham tercatat menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan masuk daftar top losers. Harga saham-saham ini dilaporkan anjlok lebih dari 14%.
Saham-saham yang terkena ARB antara lain PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) yang ambrol 14,96% ke Rp 199, PT Pikko Land Development Tbk (RODA) anjlok 14,75% ke Rp 52, PT Mitra Pack Tbk (PTMP) juga jatuh 14,75% ke Rp 52, dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 14,72% ke Rp 278.
Selanjutnya, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) terpangkas 14,63% menjadi Rp 70, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) turun 14,52% ke Rp 53, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) jatuh 14,52% ke Rp 53, dan PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) terjungkal 14,47% ke Rp 65.
Terdapat pula saham PT Kusuma Kemindo Santosa Tbk (KKES) yang anjlok 14,46% ke Rp 71, PT Steady Safe Tbk (SAFE) turun 14,38% ke Rp 625, dan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) terpangkas 14,29% ke Rp 54.
Saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) melemah 14,29% ke Rp 60, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) jatuh 14,08% ke Rp 61, dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) terkoreksi 14,06% ke Rp 55.
Sebaliknya, terdapat dua saham yang berhasil mencapai batas auto rejection atas (ARA) dan masuk daftar top gainers. PT Hotel Sahid International Tbk (SHID) melonjak 24,83% menjadi Rp 905, dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melejit 24,64% ke Rp 2.580.
Ikuti DailyFX.ID
