DailyFX.ID — JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya mempercepat penguraian antrean kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Pada Jumat (18/9), sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani pengguna jasa. Pola operasi kapal disesuaikan secara dinamis berdasarkan kondisi cuaca, gelombang, angin, arus, pasang surut, serta kesiapan kapal dan dermaga.
Setiap penyesuaian pola operasi mengutamakan aspek keselamatan yang krusial. Seluruh keputusan operasional dikoordinasikan dengan regulator, termasuk KSOP dan BPTD.
Dari 24 kapal yang beroperasi, terdapat 22 kapal reguler dan dua kapal perbantuan, yaitu KMP Jatra I dan KMP Portlink VII. Kapal-kapal tersebut didistribusikan ke beberapa dermaga: lima kapal di Dermaga MB 1, lima kapal di Dermaga MB 3, tiga kapal reguler dan dua kapal perbantuan di Dermaga MB 4, serta sembilan kapal di Dermaga LCM.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan bahwa optimalisasi armada bertujuan untuk meningkatkan jumlah kendaraan yang dapat diseberangkan dan mengurangi kepadatan secara bertahap. “Fokus kami saat ini adalah menjaga produktivitas kapal dan dermaga agar kendaraan yang telah mengantre dapat diseberangkan secara konsisten. Seluruh armada yang siap operasi terus dioptimalkan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan perairan. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan tidak dapat dikompromikan dalam setiap pengaturan operasional,” ujar Windy dalam keterangan rilisnya.
Windy menambahkan bahwa kepadatan yang masih terjadi merupakan akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya, sehingga proses penguraiannya membutuhkan waktu. Produktivitas penyeberangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya jumlah kapal, tetapi juga kondisi cuaca dan perairan, dinamika pasang surut, proses manuver dan sandar kapal, siklus bongkar muat, serta kesiapan dermaga.
ASDP secara aktif berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, BMKG, kepolisian, dan seluruh stakeholder terkait untuk menyesuaikan pola operasi kapal dan dermaga sesuai kondisi aktual di lapangan.
Kondisi Cuaca Mendukung
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Pelabuhan Ketapang pada Jumat (18/9) didominasi cerah berawan hingga berawan. Tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,1–0,5 meter, dengan kecepatan angin sekitar 3–8 knot dan hembusan maksimum mencapai 19 knot.
Kondisi cuaca yang relatif mendukung ini dimanfaatkan untuk menjaga produktivitas pelayaran dan proses bongkar muat. Meskipun demikian, dinamika angin, arus, dan pasang surut tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi proses manuver dan sandar kapal pada dermaga tertentu.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan operasional akan terus dimaksimalkan pada setiap periode ketika kondisi cuaca dan perairan memungkinkan. “Kami terus menjaga ritme bongkar muat di seluruh dermaga yang dapat dioperasikan. Setiap momentum kondisi cuaca dan perairan yang mendukung akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas agar kendaraan dapat diseberangkan secara konsisten dan kepadatan berangsur berkurang,” jelas Media.
Jumlah kapal dan pola operasi dapat disesuaikan secara dinamis berdasarkan kebutuhan serta kondisi aktual di lapangan. Penyesuaian dilakukan melalui koordinasi dengan KSOP dan BPTD, dengan mempertimbangkan faktor cuaca, gelombang, angin, arus, pasang surut, kesiapan kapal dan dermaga, volume kendaraan, serta keselamatan pelayaran sebagai pertimbangan utama.
“Pengaturan operasional terus kami evaluasi bersama regulator. Apabila kondisi cuaca, arus, atau pasang surut memengaruhi proses manuver dan sandar di dermaga tertentu, pola operasi akan segera disesuaikan. Aspek keselamatan menjadi hal yang utama dan krusial dalam setiap keputusan operasional,” tambah Media.
Perusahaan juga terus mengoptimalkan kapasitas layanan untuk meningkatkan jumlah kendaraan yang dapat diseberangkan dan mengurangi antrean secara bertahap. Pemantauan kondisi cuaca dan perairan dilakukan bersama BMKG, KSOP, BPTD, dan otoritas terkait sebagai bagian dari pengendalian operasional.
ASDP mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas dan pengaturan lalu lintas yang diterapkan, serta memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi pelayanan sebelum menuju pelabuhan. “Kami memahami ketidaknyamanan akibat waktu tunggu yang dialami pengguna jasa dan mengapresiasi kesabaran serta kerja sama seluruh pihak. Bersama regulator dan stakeholder terkait, kami terus memaksimalkan pelayanan agar arus kendaraan dapat segera kembali lancar, dengan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tutup Windy.
Ikuti DailyFX.ID
