DailyFX.ID — JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, InJourney bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan para pemangku kepentingan terkait, melakukan inspeksi langsung kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit di The Mandalika pada Kamis (17/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Forum Diskusi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, yang bertujuan untuk mengoordinasikan dan mengonsolidasikan komitmen seluruh pihak demi kelancaran acara. Sebelumnya, forum diskusi telah digelar untuk memastikan kesiapan seluruh sektor secara terintegrasi, mulai dari sirkuit, operasi balap, transportasi, keamanan, kesehatan, akomodasi, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat.
Dalam inspeksi lintasan, para peserta dapat melihat langsung progres penyelesaian pekerjaan di sirkuit dan fasilitas pendukung balap yang ditargetkan memenuhi standar homologasi FIM Grade A pada 8 Oktober 2026.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk memastikan penyelenggaraan yang aman, lancar, dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat NTB. “Target kita bukan hanya memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berjalan aman dan lancar, tetapi bagaimana penyelenggaraan tahun ini bisa lebih baik dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB,” ujarnya.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menekankan bahwa ajang ini bukan hanya event olahraga, melainkan katalis pertumbuhan pariwisata Indonesia. “Ketika kita kehilangan event berskala global, kita berisiko kehilangan momentum pertumbuhan pariwisata, peningkatan ekonomi daerah dan devisa, sekaligus nation branding Indonesia,” jelas Maya.
Ia menambahkan bahwa berbagai perbaikan terus dilakukan di The Mandalika, yang membutuhkan upaya bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Dalam forum diskusi, isu-isu krusial seperti konektivitas, akomodasi, dan penyerapan tenaga kerja juga dibahas. “Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 ini kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB dan hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body,” ungkap Maya.
Pertamina Grand Prix of Indonesia juga menjadi platform pengembangan talenta lokal. Maya menyebutkan komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal, seperti marshal yang telah mendapat kesempatan berkiprah di kancah internasional. “Inilah legacy yang ingin terus kita bangun untuk mewujudkan Mandalika Mendunia, pariwisata yang terus tumbuh, dan semakin banyak generasi-generasi muda Indonesia yang juga berkarya dan berkiprah,” tuturnya.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menyatakan bahwa fase menjelang penyelenggaraan adalah periode krusial untuk memastikan semua berjalan sesuai target. “Kita sudah memasuki fase eksekusi. Kita tidak hanya melihat kesiapan melalui laporan, tetapi juga memastikan langsung kondisi di lapangan,” katanya.
Kesiapan Sirkuit
Progres kesiapan fisik sirkuit terus berjalan dengan civil works mencapai 90%, backbone 80%, track painting 60%, dan race electronic 60%. Pekerjaan seperti kelistrikan, fire protection, storage circuit, dan common garage telah mencapai 100%.
Sistem pendukung operasional balap, termasuk light system, lap counter, controller digital flag, video matrix wall, CCTV track, dan perangkat komunikasi, juga terus disempurnakan. Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menegaskan bahwa kesiapan lintasan dan sistem pendukung balap menjadi prioritas utama menjelang homologasi. “Keselamatan dan pemenuhan standar penyelenggaraan menjadi prioritas utama,” ujar Ananda.
Sebanyak 400 marshal disiapkan dan akan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober 2026. Pergerakan logistik internasional juga telah dimulai, dengan 13 dari 27 kontainer sea freight telah tiba dan lima penerbangan air freight dijadwalkan mendarat pada 5–6 Oktober 2026. Kru, Dorna, dan pembalap dijadwalkan tiba awal Oktober.
Untuk mobilitas penonton, 118 shuttle disiapkan di dalam kawasan dan 35 shuttle tambahan dari Pemprov NTB untuk transportasi luar kawasan. Dari sisi pengamanan, ITDC menyiapkan 170 personel security dan 550 personel crowd control. Kesiapan medis mencakup personel, peralatan medis, heli medis, layanan rujukan, hingga Mini ICU VIP.
Ikuti DailyFX.ID
