— Investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih atau net sell senilai Rp 391,9 miliar pada perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 24 Agustus 2026. Aksi jual ini terutama menyasar tiga saham unggulan.

Tiga saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Menurut data BEI yang dirilis Stockbit Sekuritas, aksi jual bersih pada BBRI mencapai Rp 160,8 miliar dihitung berdasarkan harga rata-rata sesi I, dengan volume 50,5 juta saham.

Melemahnya harga saham BBRI di pasar reguler menyertai aksi jual asing ini. Hingga berita ini ditayangkan, saham BBRI mengalami penurunan 2,17% ke level Rp 3.160. Meskipun demikian, dalam sebulan terakhir, BBRI mencatatkan penguatan 5,6%, namun secara year to date (ytd) masih terkoreksi 13,6%. Total transaksi saham BBRI pada sesi I mencapai 103,8 juta saham dengan frekuensi 24,8 ribu kali dan nilai Rp 330,6 miliar. Posisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan Jumat (21/8/2026) di mana asing mencatatkan net buy Rp 628,4 miliar pada saham BBRI.

Selain BBRI, saham BUMI juga menjadi sasaran aksi jual asing dengan net sell senilai Rp 73,7 miliar pada sesi I, melibatkan volume 373,9 juta saham. Pelemahan harga saham BUMI di pasar reguler juga terjadi, dengan penurunan 0,51% ke level Rp 195. Dalam sebulan terakhir, BUMI menguat 6,5%, namun secara year to date (ytd) turun 46,7%. Total transaksi saham BUMI mencapai 2.670 miliar saham, dengan frekuensi 47,6 ribu kali dan nilai Rp 526,9 miliar. Aksi jual ini melanjutkan tren net sell asing pada Jumat (21/8/2026) yang mencapai Rp 48,1 miliar.

Selanjutnya, saham TPIA juga mencatatkan net sell oleh investor asing sebesar Rp 64 miliar pada sesi I, dengan volume 31,6 juta saham. Aksi jual ini terjadi di tengah pelemahan harga saham TPIA sebesar 1,48% ke level Rp 2.000. Dalam sebulan terakhir, TPIA melemah 7,8%, dan secara year to date (ytd) terkoreksi tajam 71,4%. Total transaksi saham TPIA mencapai 154,5 juta saham dengan frekuensi 27,5 ribu kali dan nilai Rp 312,9 miliar. Perdagangan Jumat (21/8/2026) sebelumnya mencatat net buy asing pada TPIA senilai Rp 137,3 miliar.