DailyFX.ID — Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 15 September 2026. Mereka menjauh dari saham bank dengan melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), kemudian beralih ke saham tambang dengan memburu PT Antam Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Secara keseluruhan, net sell asing di seluruh pasar pada hari itu mencapai Rp 349,2 miliar. Angka ini menambah total net sell asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp 72,1 triliun, berdasarkan data BEI.
Dalam transaksi jual bersih terbesar di pasar reguler, saham BMRI tercatat mengalami net sell sebesar Rp 282,9 miliar. Saham BBRI juga dilego oleh asing dengan net sell senilai Rp 99,9 miliar.
Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham ANTM dengan nilai Rp 176,09 miliar. Posisi kedua ditempati saham BUMI dengan net buy sebesar Rp 100,5 miliar.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup anjlok 73,5 poin atau 1,13% ke level 6.461,1. Total nilai transaksi mencapai Rp 12,5 triliun, dengan rincian 330 saham menguat, 332 saham melemah, dan 301 saham stagnan.
Sejumlah sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini, dipimpin oleh sektor kesehatan yang naik 0,2%. Sektor infrastruktur menguat 0,1%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,05%.
Di sisi lain, pelemahan melanda sektor perindustrian sebesar 1,5%, diikuti sektor keuangan 1,3%, sektor energi 1,2%, sektor properti 1%, sektor transportasi 0,89%, sektor barang baku 0,7%, sektor barang konsumen primer 0,69%, dan sektor teknologi 0,3%.
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen global, terutama perkembangan geopolitik yang kembali menekan pasar energi. Bursa regional Asia yang mayoritas melemah turut memberikan tekanan terhadap pasar saham domestik.
Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dengan penundaan pertemuan diplomatik antara Iran dan negara-negara Teluk Arab untuk membahas situasi di Selat Hormuz. Iran juga mengklaim sebuah kapal tanker super meledak setelah menabrak ranjau saat mencoba memasuki area terlarang di Selat Hormuz.
Pasar juga memperkirakan sekitar 92% peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Rabu waktu setempat. Ekspektasi kenaikan suku bunga ini menjadi beban tambahan bagi aset berisiko, termasuk saham.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada perombakan kabinet setelah Presiden Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Suahasil Nazara menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki dua fungsi utama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas. Ia menegaskan komitmen untuk mempertahankan defisit anggaran di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Ikuti DailyFX.ID
