DailyFX.ID — Sebagai media daring yang kredibel di bidang ekonomi, investasi, dan keuangan, investor.id menyajikan rangkuman lima berita paling populer hingga Sabtu, 12 September 2026.
Franky Oesman Widjaja Mundur dari Jabatan Komisaris
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), emiten Grup Sinar Mas, menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Kamis (10/9/2026). Dalam rapat tersebut, disetujui penerimaan pengunduran diri Franky Oesman Widjaja dari jabatannya selaku presiden komisaris perseroan.
Nasib Kepemilikan Grup Djarum di Bank Central Asia (BBCA)
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami pembalikan arah signifikan pada pekan ini, periode 7-11 September 2026. Saham emiten perbankan ini tercatat membukukan jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp 1,48 triliun, dengan harga sahamnya anjlok hingga 5,6%. Perubahan arus dana asing ini terjadi di tengah pemberitaan mengenai investasi Keluarga Hartono, pengendali Grup Djarum, di luar negeri. Sebelumnya, saham BBCA secara berturut-turut membukukan beli bersih (net buy) asing selama enam pekan.
Perkembangan Ratusan Toko Azko
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melaporkan memiliki total 274 gerai Azko per semester I-2026. Toko-toko tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan 184 gerai berlokasi di Jawa. Direktur ACES, Gregory S Widjaja, menyatakan bahwa proses perubahan merek (brand) menjadi Azko telah selesai. Hasil pengukuran indeks merek (brand index) oleh lembaga survei juga telah dilaporkan.
Harga Emas Perhiasan per 12 September 2026
Pada Sabtu, 12 September 2026, harga emas perhiasan berbagai kadar dilaporkan stabil di sejumlah pedagang emas seperti Laku Emas, Raja Emas Indonesia, dan Hartadinata Abadi (HRTA). Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh permintaan industri global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral terkait cadangan emas.
Prediksi Reli Harga Emas dari Pakar Wall Street
Setelah sempat menyentuh level terendah mingguan di US$ 4.292,1 per troy ounce pada Jumat (11/9/2026), harga emas berhasil memulihkan posisinya namun belum kembali ke level US$ 4.400 per troy ounce. Meskipun demikian, sejumlah analis di Wall Street mempertahankan proyeksi positif (bullish) mereka terhadap harga emas. Di sisi lain, investor ritel (main street) justru mengurangi pandangan bullish mereka menyusul penurunan harga mingguan.
Ikuti DailyFX.ID
