DailyFX.ID — JAKARTA – Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaporkan mengalami penurunan signifikan sebesar Rp 153 triliun selama periode perdagangan 7 hingga 11 September 2026. Nilai pasar bursa terpangkas 1,32%, dari sebelumnya Rp 11.599 triliun menjadi Rp 11.446 triliun.
Meskipun terjadi penurunan nilai pasar secara keseluruhan, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih memegang peranan penting sebagai penopang utama. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat mempertahankan posisinya sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, dengan nilai mencapai Rp 771 triliun per Jumat, 11 September 2026.
Di urutan kedua, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 490 triliun. Posisi ketiga ditempati oleh PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan nilai pasar Rp 479 triliun.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul di posisi keempat dengan kapitalisasi pasar Rp 433 triliun, diikuti oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) di peringkat kelima dengan nilai pasar Rp 411 triliun.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berada di posisi keenam dengan kapitalisasi pasar Rp 402 triliun, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang mencatatkan nilai pasar Rp 352 triliun.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menempati posisi kedelapan dengan kapitalisasi pasar Rp 257 triliun. Tepat di bawahnya, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memiliki kapitalisasi pasar Rp 247 triliun.
Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melengkapi jajaran sepuluh besar dengan kapitalisasi pasar Rp 211 triliun.
IHSG Melemah, Transaksi Harian Turun
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa data perdagangan saham pada pekan 7-11 September 2026 ditutup dalam zona negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 1,43% sepanjang pekan, ditutup pada level 6.541,3, turun dari 6.636,4 pada pekan sebelumnya.
Kautsar menjelaskan lebih lanjut bahwa rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini juga mengalami penurunan sebesar 26,34%. Angka ini turun menjadi 36,09 miliar saham dari 48,99 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga tercatat menurun sebesar 14,88%, dari Rp 19,22 triliun menjadi Rp 16,36 triliun. Frekuensi transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 7,07%, menjadi 2,22 juta kali transaksi dari 2,39 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Di tengah pelemahan indikator perdagangan ini, investor asing juga membukukan penjualan bersih. Pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 690,19 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan net sell senilai Rp 71,415 triliun di pasar saham Indonesia.
Ikuti DailyFX.ID
