— JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) dan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), menjalin sinergi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengakselerasi pengembangan infrastruktur jalan tol.

Komitmen ini ditegaskan dalam pertemuan antara jajaran Direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta. Dalam audiensi tersebut, Jasa Marga melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo dan Jalan Tol Jogja–Bawen, serta rencana percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyatakan bahwa jalan tol diharapkan tidak hanya melancarkan mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di DIY. “Alhamdulillah kami diterima Bapak Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani,” kata Rivan dalam keterangan rilisnya.

Pengembangan akses tersebut bertujuan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul. “Kami menargetkan akses ini dapat dipersiapkan untuk beroperasi fungsional dalam mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027,” ujar Rivan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik dan mendukung percepatan pembangunan jalan tol di wilayahnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan agar manfaat infrastruktur segera dirasakan masyarakat. “Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Sri Sultan.

Berdasarkan data per 24 Juni 2026, progres fisik Jalan Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54%. Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km telah mencapai progres konstruksi 98,68% per 3 Juli 2026 dan diproyeksikan beroperasi akhir tahun 2026.

Untuk Akses Bokoharjo, kesiapan lahan per 1 Juli 2026 telah mencapai 99,38%. Dengan rampungnya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA), proyek ini siap dieksekusi secara masif agar dapat beroperasi tepat waktu.