DailyFX.ID — JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan signifikan pada uang primer atau base money (M0) sebesar 18,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 14,1% yoy.
Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa bank sentral terus memperkuat kebijakan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang, sektor perbankan, dan perekonomian secara keseluruhan. Seluruh langkah ini konsisten dengan upaya pencapaian sasaran inflasi.
“Uang primer (M0) pada Juli 2026 tumbuh tinggi 18,3% yoy, didukung berbagai langkah yang ditempuh Bank Indonesia dalam menjaga kecukupan likuiditas,” ujar Destry dalam konferensi pers virtual Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Agustus 2026 yang diselenggarakan pada Rabu (19/8/2026).
Analisis komponen pertumbuhan M0 pada Juli 2026 menunjukkan bahwa giro bank umum di Bank Indonesia menjadi faktor utama dengan pertumbuhan sebesar 22,4% yoy. Sementara itu, pertumbuhan uang kartal tercatat sebesar 15,1% yoy.
Dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M0 pada periode tersebut dipengaruhi oleh pelaksanaan operasi moneter oleh Bank Indonesia serta ekspansi operasi keuangan pemerintah.
Sementara itu, data menunjukkan uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Juni 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 8,7% yoy. Pertumbuhan M2 ini terutama didorong oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.
Destry menambahkan, “Ke depan, berbagai upaya penguatan untuk menjaga kecukupan likuiditas pasar uang, perbankan, dan perekonomian akan terus ditempuh sehingga dapat menjaga stabilitas dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi.”
Ikuti DailyFX.ID
