DailyFX.ID — Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pelemahan pada perdagangan Rabu pagi, seiring dengan langkah investor yang cenderung mengurangi kepemilikan aset berisiko. Sentimen ini muncul menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang krusial. Di tengah ketidakpastian pasar, emas kembali diminati sebagai aset safe haven.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.10 WIB, harga Bitcoin tercatat turun 0,65% menjadi US$ 63.513 per koin. Nilai ini setara dengan sekitar Rp 1,13 miliar, dengan menggunakan asumsi kurs Rp 17.825 per dolar AS.
Kapitalisasi pasar kripto global juga mengalami penurunan sebesar 0,12% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 2,18 triliun. Indeks CoinDesk 20, yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar, melemah 0,34%. Namun, Ethereum (ETH) justru mencatat kenaikan 0,29% menjadi US$ 1.878, sementara Binance Coin (BNB) melonjak 2,43% ke level US$ 613.
Pelemahan Bitcoin terjadi seiring dengan meningkatnya minat terhadap emas menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) AS untuk bulan Juli. Harga Bitcoin sempat turun ke level terendah dalam sepekan saat perdagangan Wall Street dibuka pada Selasa. BTC sempat kembali diperdagangkan di bawah US$64.000 setelah sebelumnya berupaya melakukan rebound jangka pendek.
Sebelumnya, Bitcoin juga mengalami pelemahan sekitar 1,5% pada Senin. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terkait ketegangan geopolitik AS-Iran dan ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Di tengah meningkatnya ketidakpastian tersebut, harga emas justru melonjak hingga US$4.435 per ons troi, mencapai level tertinggi sejak 5 Juni.
Peningkatan minat investor ritel terhadap emas juga terlihat jelas. Data yang dikutip CoinTelegraph menunjukkan arus dana masuk harian investor ritel ke SPDR Gold Shares (GLD) mencapai US$50 juta pada 5 Agustus. Angka ini merupakan arus masuk harian terbesar sejak pertengahan Maret.
Secara keseluruhan, GLD mencatat arus dana masuk sebesar US$637 juta pada hari tersebut. Sebagai perbandingan, ETF Bitcoin spot AS secara gabungan mencatat inflow sebesar US$244,4 juta. Sepanjang Agustus, investor telah menambahkan sekitar US$1,4 miliar ke GLD, menjadikan ETF tersebut berpotensi mencatat arus dana masuk bulanan pertama sejak Februari.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa minat terhadap emas sebagai aset safe haven kembali menguat ketika investor dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
BTC Masih Tertahan
Meskipun Bitcoin mengalami tekanan, korelasi BTC dengan emas dalam periode 90 hari masih berada di wilayah positif. Data dari platform analitik on-chain CryptoQuant menunjukkan hubungan Bitcoin dan emas kembali menguat. CEO CryptoQuant Ki Young Ju menilai korelasi tersebut telah kembali mendekati pola yang terlihat pada era ketika Bitcoin banyak dipandang sebagai ‘emas digital’.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih menghadapi resistensi kuat di bawah level US$ 66.000. Dalam jangka pendek, BTC masih tertahan oleh garis tren jangka panjang yang bertepatan dengan exponential moving average (EMA) 50 bulan di kisaran US$ 65.827. Sejak awal Juni, Bitcoin baru mencatat tiga penutupan harian di atas EMA 50 bulan tersebut.
Trader dan analis Michaël van de Poppe menyatakan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam rentang perdagangan yang terbatas. Menurutnya, koreksi terbaru kemungkinan merupakan aksi pengambilan likuiditas dari posisi long dengan leverage. Bitcoin perlu kembali menguat menuju sekitar US$ 64.500 untuk mengurangi risiko berlanjutnya tekanan.
“Jika Bitcoin mampu menembus US$ 65.800, peluang harga bergerak menuju US$ 73.000 akan semakin terbuka,” jelasnya.
Perhatian pasar kini sepenuhnya tertuju pada data CPI AS untuk Juli yang dijadwalkan rilis hari ini. Data inflasi tersebut menjadi salah satu katalis utama bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin, karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Pasar kripto secara historis cenderung mengalami tekanan menjelang rilis data inflasi utama AS. Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi aset berisiko untuk kembali menguat.
Ikuti DailyFX.ID
