— Sejumlah dompet kripto Bitcoin (BTC) yang telah lama tidak aktif, bahkan lebih dari 12 tahun, mendadak menunjukkan aktivitas dengan memindahkan aset digital senilai jutaan dolar AS. Fenomena ini menyoroti potensi keuntungan luar biasa bagi para investor awal Bitcoin, yang asetnya kini berlipat ganda secara fantastis.

Lembaga analisis Galaxy Research melaporkan aktivitas mencurigakan ini di platform X, yang kembali menarik perhatian publik terhadap para pemegang Bitcoin dari era awal ketika aset digital ini masih dianggap sebagai eksperimen. Dalam beberapa blok yang berurutan, tiga alamat dompet yang tidak aktif sejak awal 2014 mentransfer total 87,43 BTC. Nilai ini diperkirakan mencapai sekitar US$5,58 juta atau Rp88 miliar berdasarkan harga pasar saat ini.

Salah satu dompet yang menampung 27,85 BTC dan tidak aktif sejak 2 Februari 2014, dilaporkan memindahkan seluruh saldonya. Menyusul kemudian, dua dompet lain memindahkan masing-masing 26,81 BTC dan 32,77 BTC. Peristiwa ini terjadi setelah dompet keempat dari periode yang sama juga memindahkan 26,96 BTC sehari sebelumnya.

Keuntungan Raksasa dari Modal Awal

Aset-aset kripto ini dibeli ketika harga Bitcoin berkisar antara US$800 hingga US$814 per koin. Galaxy Research memperkirakan potensi keuntungan yang terealisasi dari transfer pada 11 Agustus mencapai sekitar 7,746%. Bahkan, salah satu transaksi sebelumnya tercatat mengalami lonjakan hingga hampir 8.000%. Kepemilikan yang awalnya bernilai sederhana kini telah menjelma menjadi portofolio bernilai jutaan dolar AS setelah lebih dari 12,5 tahun.

Dompet-dompet ini berasal dari era post-Satoshi, yaitu periode setelah pendiri misterius Bitcoin, Satoshi Nakamoto, mengundurkan diri dari publik. Koin-koin tersebut ditransfer melalui rantai alamat yang kompleks dan telah dikirim ke dompet-dompet baru yang mendukung teknologi skrip modern.

Pola Misterius yang Memicu Spekulasi

Waktu pergerakan aset ini dianggap menarik. Aktivitas serupa dari dompet pasif telah kerap muncul dalam beberapa hari terakhir, termasuk pergerakan hampir 50 BTC dari dompet tahun 2011 pada awal bulan ini. Meskipun demikian, para analis menekankan bahwa pergerakan ini tidak secara otomatis berarti Bitcoin tersebut akan dijual di bursa (exchange). Dalam kasus ini, dana hanya berpindah ke alamat dompet baru, bukan ke platform perdagangan umum.

Namun, data pasar menunjukkan bahwa ketika pasokan Bitcoin lama mulai beredar kembali, hal ini sering kali menjadi sinyal awal perubahan perilaku pemegang koin secara lebih luas. Meskipun volume transaksi ini tergolong kecil dibandingkan total likuiditas Bitcoin, pergerakan terkonsolidasi dari beberapa dompet tahun 2014 ini tetap membuat para pengamat on-chain bersiaga.

Masih menjadi misteri apakah pergerakan ini sekadar konsolidasi internal, pembaruan sistem keamanan, atau langkah awal untuk melakukan profit-taking. Saat ini, koin-koin tersebut tersimpan aman di dompet baru, sementara pelaku pasar terus memantau langkah selanjutnya.

Fenomena “terbangunnya” dompet Bitcoin kuno selalu menjadi perhatian utama dalam industri aset kripto karena berkaitan erat dengan sejarah dan struktur pasokan Bitcoin. Pada era awal penciptaannya (2009–2014), Bitcoin belum memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering diperoleh melalui proses penambangan (mining) mandiri atau dibeli dengan harga murah. Seiring waktu, banyak pemilik awal kehilangan akses, lupa kata kunci (private key), atau sengaja menyimpan aset tersebut sebagai investasi jangka panjang (HODL).

Secara teknis, pergerakan aset dari dompet era Satoshi maupun post-Satoshi sering memicu spekulasi mengenai identitas pemiliknya, yang bisa jadi merupakan tokoh awal pengembang teknologi blockchain. Selain itu, pasar kripto sangat sensitif terhadap pergerakan dompet tua. Jika pemegang koin dalam jumlah besar (whales) memutuskan menjual aset mereka secara bersamaan di bursa, hal ini berpotensi menciptakan tekanan jual tinggi dan memicu fluktuasi harga Bitcoin secara mendadak. Oleh karena itu, analisis data on-chain terhadap dompet pasif ini menjadi indikator penting bagi investor untuk membaca dinamika psikologis pasar.