— Tokoh pendukung utama aset kripto, Michael Saylor, yang dikenal konsisten mengajak publik membeli Bitcoin (BTC) selama enam tahun terakhir, baru-baru ini memberikan peringatan tegas bagi para peminat aset digital tersebut. Dalam sesi tanya jawab dengan investor, Saylor menyarankan agar rentang waktu investasi menjadi pertimbangan utama.

“Jika rentang waktu investasi Anda kurang dari empat bulan, Anda sebaiknya memilih pasar uang,” ujar Saylor, sebagaimana dikutip TheStreet. Ia membagi investor ke dalam tiga kategori berdasarkan jangka waktu dan toleransi risiko. Bagi investor jangka pendek, dana dinilai lebih aman ditempatkan pada pasar uang atau instrumen berisiko rendah.

Sementara itu, untuk jangka menengah, yaitu antara empat bulan hingga empat tahun, Saylor merekomendasikan alokasi ke instrumen kredit yang memberikan imbal hasil stabil dengan volatilitas lebih rendah dari Bitcoin. Dana yang disiapkan untuk jangka panjang, di atas empat tahun, barulah dinilai cocok dibelikan Bitcoin maupun saham perusahaan Strategy (MSTR).

Saylor secara khusus menekankan aturan minimal empat tahun bagi pemegang Bitcoin, yang merujuk pada indikator teknis seperti 200-week simple moving average (SMA) atau tren siklus empat tahunan Bitcoin. Ia menambahkan bahwa berinvestasi pada saham MSTR dapat memberikan dampak dorongan ganda terhadap harga Bitcoin, sehingga volatilitasnya jauh lebih tinggi dan membutuhkan kesabaran ekstra.

Bagi mereka yang mencoba menebak pergerakan harga harian atau jangka pendek, Saylor menyatakan tidak memiliki nasihat khusus. “Nasihat saya adalah, jangan berinvestasi di Bitcoin kecuali Anda berniat menyimpannya lebih dari empat tahun. Idealnya, tahan hingga 10 tahun,” tegasnya.

Pernyataan ini diuji oleh seorang pemegang saham yang mengaku menginvestasikan dana signifikan untuk ketiga anaknya ke dalam saham MSTR, namun nilainya dilaporkan anjlok drastis. Menanggapi hal tersebut, Saylor menyampaikan empati namun tetap berpegang pada logikanya. “Saat Bitcoin turun 50%, nilai kita bisa turun 75%. Namun saat Bitcoin masuk tren naik (bull market), kita memproyeksikan kinerjanya melampaui Bitcoin,” kata Saylor, seraya mengungkapkan bahwa ia sendiri merasakan fluktuasi harga yang sama karena memegang lebih dari 19 juta lembar saham.

Pesan utama Michael Saylor tetap konsisten. Bitcoin maupun strategi investasi saham berbasis Bitcoin bukanlah alat dagang cepat (trading) ataupun pembagi dividen rutin, melainkan sebuah taruhan jangka panjang atas kinerja aset digital tersebut. Michael Saylor merupakan salah satu figur paling berpengaruh dalam adopsi Bitcoin institusional melalui perusahaannya, Strategy. Perusahaan ini menjadi pionir dalam menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama perbendaharaan korporasi sejak 2020.

Melalui berbagai skema pendanaan, Strategy secara agresif terus menambah kepemilikannya di Bitcoin hingga menguasai ratusan ribu koin. Sikap pantang menyerah ini menjadikan saham MSTR sering kali diperdagangkan sebagai proxy (perwakilan) harga Bitcoin di pasar saham tradisional, yang membawa potensi keuntungan berlipat ganda saat pasar bergairah, sekaligus risiko penurunan tajam saat pasar kripto mengalami fase bearish.