— JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) optimis menaikkan target volume penjualan batu bara pada tahun 2026. Target baru ditetapkan di kisaran 82–84 juta ton, melampaui proyeksi sebelumnya yang berada di angka 76–78 juta ton.

Keputusan revisi target ini disampaikan oleh manajemen BUMI dalam sesi earnings call pada 10 Agustus 2026. Peningkatan target tersebut didukung oleh kinerja operasional perusahaan yang dinilai solid selama semester pertama tahun 2026.

Stockbit Group menyoroti bahwa peningkatan volume penjualan batu bara menjadi salah satu pendorong utama kinerja BUMI. Tercatat, pada semester I-2026, volume penjualan perusahaan mencapai 38,8 juta ton, menunjukkan pertumbuhan sebesar 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Performa di kuartal II-2026 menunjukkan tren positif dengan kenaikan volume penjualan sebesar 4% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter on quarter/qoq). “Kenaikan itu terjadi seiring volume produksi batu bara yang naik 1% qoq, terutama didukung oleh kondisi cuaca yang baik di tambang Arutmin,” tulis Stockbit dalam catatannya, Selasa (11/8/2026).

Selain volume penjualan, harga jual rata-rata batu bara BUMI juga mengalami peningkatan. Pada kuartal II-2026, harga jual rata-rata melonjak 15% qoq. Dengan perkembangan tersebut, rata-rata harga jual selama semester I-2026 tercatat US$ 62,9 per ton, naik 3% yoy.

Meskipun harga jual semester I telah melampaui US$ 62 per ton, manajemen BUMI tetap mempertahankan target harga jual rata-rata sepanjang 2026 pada kisaran US$ 60–62 per ton.

Dari sisi biaya produksi, BUMI mencatat adanya peningkatan sebesar 2% yoy menjadi US$ 43,1 per ton pada semester I-2026. Namun, manajemen melakukan revisi tipis terhadap target biaya produksi tahun ini, dari sebelumnya US$ 43–44 per ton menjadi US$ 42–44 per ton.

Stockbit juga memberikan perhatian pada perkembangan tambang Wolfram. Selama periode Mei–Juni 2026, tambang ini telah menghasilkan sekitar 27 ribu ton bijih emas dengan kadar 0,78 gram per ton. Tingkat pemulihan emas (gold recovery) tercatat sebesar 52,2%.

Tingkat pemulihan yang masih relatif rendah ini disebabkan oleh penggunaan persediaan bijih yang telah ditambang sebelumnya (stockpile). Sementara itu, Jubilee Metals dilaporkan belum memulai produksi.

Untuk tahun 2026, manajemen BUMI menargetkan tambang Wolfram dan Jubilee Metals dapat berkontribusi dengan menghasilkan 10–15 ribu ton setara tembaga.

Manajemen BUMI juga mengungkapkan bahwa tambang Wolfram baru menghasilkan pendapatan sekitar US$ 8–9 juta hingga Juni 2026. Nilai tersebut setara dengan 1% dari total pendapatan BUMI pada semester I-2026. Meski kontribusinya masih terbatas di paruh pertama tahun ini, manajemen BUMI optimis bahwa pendapatan dari Wolfram akan menunjukkan hasil yang ‘sangat baik’ pada semester II-2026.