DailyFX.ID — JAKARTA – Impor emas China menunjukkan lonjakan signifikan, menembus lebih dari 1.100 ton hingga Agustus 2026, melampaui total impor sepanjang tahun sebelumnya. Data dari Administrasi Umum Kepabeanan China mencatat rekor impor bulanan pada Agustus, menjadikan laju impor tahun ini sebagai yang tertinggi setidaknya sejak 2017.
Permintaan investasi yang kuat menjadi pemicu utama lonjakan ini. Zijie Wu dari Jinrui Futures menyatakan bahwa permintaan investasi yang tinggi membuat harga emas di pasar China daratan berada di atas harga acuan global. Kondisi ini membuat impor emas menjadi lebih menarik bagi para pedagang besar.
“Yuan telah menguat sejak awal tahun ini, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi impor emas dan memungkinkan regulator memberikan kuota persetujuan yang lebih besar,” kata Wu. Penguatan yuan secara efektif menurunkan biaya impor emas, sementara premi harga emas di pasar domestik China semakin mendorong pedagang untuk mendatangkan emas dari pasar global.
Lonjakan impor emas China terjadi di tengah arus dana ke exchange-traded fund (ETF) emas global yang relatif datar hingga Agustus. Sebaliknya, ETF emas China mencatat tambahan sekitar 44 ton sepanjang 2026, meningkat 18% dibandingkan posisi awal tahun, berdasarkan data Shanghai Gold Exchange.
PBoC Makin Rajin Borong Emas
China, sebagai pasar emas terbesar di dunia, mengalami peningkatan permintaan emas yang ditopang oleh ketidakpastian ekonomi dan terbatasnya pilihan investasi. Wu menambahkan bahwa pembelian emas oleh People’s Bank of China (PBoC) turut memperkuat sentimen investor ritel.
State Administration of Foreign Exchange (SAFE) melaporkan bahwa PBoC menambah 20,2 ton emas ke cadangan devisanya pada Agustus. Pembelian ini merupakan yang terbesar dalam satu bulan sejak Oktober 2023, sehingga total kepemilikan resmi emas China mencapai sekitar 2.387 ton.
PBoC juga telah meningkatkan cadangan emasnya selama 22 bulan berturut-turut. Sepanjang Januari-Agustus 2026, bank sentral China menambah sekitar 80 ton emas ke dalam cadangannya. Nilai cadangan emas China juga melonjak seiring kenaikan harga emas dunia, dari sekitar US$ 306,35 miliar pada akhir Juli menjadi US$ 350,08 miliar pada akhir Agustus, sebuah peningkatan nilai sekitar US$ 43,7 miliar hanya dalam satu bulan.
Lonjakan impor, peningkatan kepemilikan ETF emas domestik, serta pembelian berkelanjutan oleh PBoC mengindikasikan kuatnya permintaan emas di China. Pergerakan ini menjadi salah satu faktor penting yang terus diperhatikan oleh pelaku pasar emas global.
Ikuti DailyFX.ID
