DailyFX.ID — China kembali mencatat rekor dalam impor emas pada Juni 2026, menunjukkan peningkatan signifikan yang mencerminkan kuatnya minat investasi terhadap logam mulia tersebut. Menurut data terbaru dari World Gold Council (WGC), impor emas negara itu naik 2 ton dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai tingkat bulanan tertinggi sejak Maret 2024.
Selama semester pertama tahun ini, China mengimpor total 764 ton emas, melonjak 138% secara tahunan. Kepala riset WGC untuk wilayah China, Ray Jia, menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS dan perbaikan posisi investor menjadi faktor pendukung utama, yang mampu mengimbangi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi.
Namun, di sisi lain, permintaan emas di pasar grosir China dilaporkan lesu pada bulan lalu. Penarikan emas dari Shanghai Gold Exchange (SGE) oleh bank, perajin perhiasan, dan perusahaan pemurnian turun 8% secara bulanan menjadi 80 ton. Penurunan ini sebagian besar bersifat musiman, mengingat sektor perhiasan biasanya mengalami perlambatan pada kuartal kedua dan awal kuartal ketiga.
Permintaan investasi secara umum tidak berubah, namun tidak cukup untuk mengimbangi penurunan pembelian emas untuk keperluan perhiasan. Meskipun demikian, para pelaku industri tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang.
Bank Sentral China Terus Perkuat Cadangan Emas
Sementara itu, People’s Bank of China (PBoC) melanjutkan tren agresif dalam pembelian emas. Bank sentral menambah 20 ton emas ke dalam cadangannya pada bulan Juli, menjadikan total kepemilikan emas resmi mencapai 2.366 ton. Angka ini setara dengan 8% dari total cadangan devisa negara tersebut.
Penambahan ini menandai bulan ke-21 berturut-turut PBoC membeli emas, sebuah rekor terpanjang yang pernah tercatat. Jia menambahkan bahwa bank sentral kemungkinan memanfaatkan harga emas yang relatif lebih rendah sekaligus menegaskan peran strategis emas dalam diversifikasi cadangan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Arus Dana ETF Emas China Menguat
Di pasar Exchange Traded Fund (ETF), emas China juga menunjukkan kinerja positif. ETF emas China mencatat arus masuk bersih (net inflow) sebesar US$ 744 juta pada bulan Juli, setelah sempat mengalami arus keluar pada bulan-bulan sebelumnya. Arus masuk yang sehat ini meningkatkan total aset kelolaan (AUM) ETF emas China sebesar 3% menjadi sekitar US$ 37 miliar.
Meskipun sempat terjadi arus keluar pada Mei dan Juni, ETF emas Tiongkok berhasil menarik dana sebesar US$ 6,3 miliar atau setara 34 ton dalam periode Januari hingga Juli. Kinerja year-to-date ini merupakan yang terkuat kedua yang pernah tercatat. Bahkan, sepanjang Agustus, ETF emas China terus menambah kepemilikan sekitar 8 ton, didorong oleh momentum kuat pada harga emas global.
Ikuti DailyFX.ID
