— PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diproyeksikan akan mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan pada tahun 2026, diperkirakan mencapai Rp 4,6 triliun, dan terus berlanjut pada 2027 dengan target Rp 5,3 triliun. Peningkatan ini didorong oleh strategi efisiensi biaya yang efektif dan pemulihan margin yang membaik.

Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia M, merevisi naik proyeksi laba bersih Gudang Garam untuk tahun ini sebesar 32,3%. Estimasi laba bersih untuk tahun 2027 juga mengalami peningkatan sebesar 20,9%. Dengan proyeksi ini, laba bersih GGRM pada 2026 diprediksi melonjak 198,4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 4,6 triliun. Pada tahun berikutnya, laba bersih diproyeksikan tumbuh kembali sebesar 15,5% yoy menjadi Rp 5,3 triliun.

“Proyeksi tersebut sejalan dengan kinerja laba semester I-2026 yang melampaui ekspektasi, di mana GGRM membukukan laba bersih Rp 3 triliun atau melonjak tinggi 2.440,2% yoy,” ujar Catherine dalam risetnya pada Senin (24/8/2026). Realisasi laba ini telah mencapai 64,1% dari proyeksi MNC Sekuritas dan 68,5% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026.

Lonjakan laba GGRM pada paruh pertama tahun ini terutama ditopang oleh efek basis rendah dan pemulihan margin yang kuat. Meskipun demikian, permintaan inti masih menunjukkan pelemahan, yang mengakibatkan pendapatan GGRM turun 7,2% yoy menjadi Rp 41,2 triliun. Pemulihan laba ini lebih banyak berasal dari efisiensi biaya, di mana harga pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) turun 13,3% yoy, lebih dalam dibandingkan penurunan pendapatan.

Beban cukai juga mengalami pengurangan sebesar 14% yoy. Bersamaan dengan itu, beban operasional (operating expenses/opex) turun tajam 33,8% yoy, yang sebagian besar disokong oleh penurunan beban karyawan sebesar 27,2% yoy. “Beban pokok pendapatan yang turun lebih cepat daripada pendapatan, ditambah komposisi produk yang lebih baik, membantu pemulihan margin. Penurunan opex kemudian membuat perbaikan tersebut ikut tercermin pada laba bersih,” jelas Catherine.

Efisiensi tenaga kerja terus berlanjut, dengan jumlah karyawan GGRM per Juni 2026 tercatat sekitar 21.100 orang, menurun dari sekitar 27.000 orang pada Juni 2025. MNC Sekuritas menilai kondisi ini menunjukkan bahwa struktur biaya GGRM semakin ramping dan menjadi salah satu penopang utama pemulihan laba.

Kebijakan Cukai dan Proyeksi Ke Depan

Menteri Keuangan Purbaya mengindikasikan bahwa pemerintah tidak berencana untuk menaikkan maupun menurunkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada tahun 2027. Fokus kebijakan ke depan disebut akan bergeser pada stabilitas industri dan pengawasan yang lebih ketat.

Catherine menilai indikasi stabilitas tarif cukai pada 2027 dapat membantu meredakan tekanan terhadap profitabilitas GGRM. Meskipun demikian, lonjakan laba bersih Gudang Garam belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan permintaan. Pendapatan pada semester I-2026 masih menunjukkan penurunan menjadi Rp 41,2 triliun akibat tekanan pada portofolio utama produk rokok.

Oleh karena itu, MNC Sekuritas tetap berhati-hati terhadap keberlanjutan pemulihan permintaan inti. Pertumbuhan laba saat ini lebih banyak ditopang oleh perbaikan struktur biaya dibandingkan ekspansi pendapatan. Namun, keberhasilan GGRM dalam menjaga efisiensi dapat menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan laba pada 2027. Stabilitas tarif cukai juga berpotensi memberikan ruang lebih besar bagi pemulihan profitabilitas.

Rekomendasi dan Target Harga Saham

Seiring dengan revisi naik proyeksi laba, MNC Sekuritas meningkatkan rekomendasi saham GGRM dari ‘hold’ menjadi ‘buy’. Target harga saham GGRM ditetapkan sebesar Rp 24.700. Target harga ini mencerminkan price to earnings ratio (PE) sebesar 10,2 kali untuk proyeksi 2026 dan 8,9 kali untuk 2027. Sementara itu, price to book value (PBV) diperkirakan masing-masing 0,7 kali untuk tahun 2026 dan 2027.

Meskipun tetap berhati-hati terhadap pemulihan permintaan produk rokok, MNC Sekuritas menilai perbaikan laba yang ditopang oleh efisiensi biaya serta imbal hasil dividen yang menarik masih memberikan ruang bagi potensi kenaikan harga saham Gudang Garam (GGRM).