DailyFX.ID — JAKARTA – PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) resmi diluncurkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis Indonesia. Pada fase awal, DSI akan berfokus pada penertiban ekspor tiga komoditas utama: batu bara, minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan ferro alloy. Nilai gabungan ketiga komoditas ini mencapai hampir US$ 70 miliar, atau setara dengan Rp 1.250 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.900 per dolar AS.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa batu bara memegang porsi terbesar dalam nilai ekspor, mencapai sekitar US$ 30,35 miliar. Diikuti oleh CPO dengan nilai ekspor sekitar US$ 22 miliar, dan ferro alloy sebesar US$ 16,43 miliar. “Memang dari tiga komoditas itu kita ketahui nilainya kurang lebih hampir mencapai US$ 70 miliar,” ujar Rosan saat peluncuran DSI di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).
DSI telah beroperasi sejak 1 Juni 2026. Pembentukan perusahaan ini didasari oleh kebutuhan untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola transaksi ekspor komoditas. Selain itu, DSI diharapkan dapat memaksimalkan manfaat ekonomi dari perdagangan komoditas strategis Indonesia.
Untuk menjalankan fungsinya, DSI akan fokus pada penguatan proses verifikasi data dan transaksi ekspor. Proses verifikasi ini mencakup aspek jumlah dan kualitas komoditas, klasifikasi barang, penetapan harga transaksi, hingga memastikan kelancaran penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa hasil ekspor ke Indonesia. Rosan menegaskan pentingnya setiap transaksi memiliki dasar yang wajar dan dapat ditelusuri. “Setiap transaksi harus memiliki dasar yang wajar, dapat ditelusuri, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” tegasnya.
Meskipun memiliki peran dalam tata kelola ekspor, Rosan menekankan bahwa DSI tidak akan mengambil alih kewenangan kementerian dan lembaga yang sudah ada. Fungsi perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap menjadi domain regulator. Peran DSI lebih kepada verifikasi, pemantauan, dan peningkatan transparansi transaksi ekspor komoditas strategis.
Lebih lanjut, DSI juga akan memastikan bahwa kontrak ekspor yang sedang berjalan, termasuk kontrak jangka panjang antara eksportir dan pembeli, tetap dihormati dan berlaku.
Ikuti DailyFX.ID
