— JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai total Rp 6,16 triliun atau Rp 66 per saham. Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026. Cum date merupakan tanggal terakhir investor dapat membeli saham BMRI untuk menjadi calon penerima dividen. Pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026), saham BMRI menguat 1,83% ke Rp 4.440, meskipun mencatat net sell investor asing Rp 171,95 miliar. Saham BMRI berbalik arah setelah tiga hari sebelumnya mengalami pelemahan.

Sementara itu, investor asing melakukan aksi jual mendadak pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada perdagangan Senin (14/9/2026). Mengacu data Stockbit Sekuritas, pada jeda siang, asing mencatat net buy saham BRI sekitar Rp 18,37 miliar. Namun, pada akhir perdagangan, asing berbalik mencetak net sell Rp 14,73 miliar di saham Bank Rakyat Indonesia. Arah pergerakan harga saham BRI berlawanan dengan manuver investor asing tersebut.

Pada Selasa (15/9/2026) pagi, harga emas perhiasan berbagai karat terpantau stabil di beberapa pedagang emas seperti Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi (HRTA). Calon pembeli atau investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau pergerakan harga yang dinamis agar dapat mengambil keputusan terbaik untuk membeli atau menjual.

Harga batu bara menguat pada perdagangan Senin (14/9/2026), didorong oleh peningkatan prospek permintaan global di tengah gejolak pasar energi akibat konflik Timur Tengah. Dikutip dari Tradingview, harga batu bara bertahan di atas US$145 per ton pada pertengahan September, berada di sekitar level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan pasar energi yang menyebabkan harga minyak dan gas alam meningkat, mendorong negara-negara di Eropa dan Asia meningkatkan penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik, terutama di tengah penurunan pasokan LNG.

Secara total, investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 383,6 miliar pada perdagangan saham sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/9/2026). Aksi jual asing ini difokuskan pada empat saham bank, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).