DailyFX.ID — Pluang Maju Sekuritas merekomendasikan investor untuk membeli saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan target harga Rp 1.145. Rekomendasi ini dikeluarkan meskipun Franky Oesman Widjaja baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden komisaris emiten Grup Sinar Mas tersebut.
Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali, menilai pergantian pimpinan dewan komisaris DSSA merupakan bagian dari regenerasi yang terencana. Menurutnya, hal ini bukan merupakan gejolak tata kelola yang mendadak. Rekomendasi beli untuk saham DSSA ditopang oleh prospek transformasi perusahaan menuju infrastruktur kecerdasan buatan (AI) serta valuasi yang dinilai menarik.
Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang digelar pada Kamis (10/9/2026). Rapat tersebut menerima pengunduran diri Franky Oesman Widjaja. Pada forum yang sama, rapat juga menyetujui pengunduran diri David Fernando Audy dari posisi direktur, sekaligus mengangkatnya sebagai presiden komisaris.
Jason menjelaskan bahwa masa jabatan David sebagai presiden komisaris akan mengikuti masa jabatan anggota dewan komisaris lainnya. “Latar belakang David sebagai orang internal menunjukkan promosi melalui jalur karier, bukan masuknya pihak luar yang mengubah arah strategis perseroan,” kata Jason di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Lebih lanjut, Jason menyatakan bahwa Franky Oesman Widjaja masih tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari DSSA hingga akhir Juni 2026. Hal ini menandakan bahwa kendali kepemilikan Grup Sinar Mas tidak berubah, meskipun jabatan pengawasan formal telah beralih. Dari sisi operasional, Jason melihat adanya kesinambungan karena jajaran direksi DSSA masih dipimpin oleh Lay Krisnan Cahya sebagai presiden direktur. Kondisi ini turut mendukung penilaiannya terhadap transisi kepemimpinan perseroan.
Di luar pergantian komisaris, Jason menyoroti pergeseran identitas DSSA dari perusahaan batu bara menuju pemain infrastruktur AI. Ia menilai perseroan sedang dalam proses membangun satu-satunya rantai infrastruktur AI yang terintegrasi secara vertikal dan lengkap di Indonesia. Rantai tersebut mencakup energi panas bumi dan surya, jaringan serat optik MoraRepublic, serta pusat data Tier IV SMX01 yang dikembangkan bersama LG CNS.
Jason juga memasukkan akses terhadap kumpulan data AI melalui kepemilikan saham di DANA, yang menjangkau 200 juta pengguna, sebagai bagian dari rantai infrastruktur AI tersebut. Pluang Maju Sekuritas menilai diskon konglomerasi yang melekat pada saham DSSA sebagai peluang beli yang menarik, bukan sebagai indikasi adanya masalah struktural. Pandangan ini didasari oleh valuasi Dian Swastatika Sentosa yang dinilainya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan pemain infrastruktur pusat data global lainnya.
Ikuti DailyFX.ID
