DailyFX.ID — JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi global telah menjadi fenomena yang tak terhindarkan, dipicu oleh dinamika geopolitik, volatilitas pasar keuangan, perubahan kebijakan ekonomi, dan pesatnya perkembangan teknologi. Faktor-faktor ini berpotensi memengaruhi dunia usaha serta keputusan finansial masyarakat.
Meskipun demikian, tantangan ini tidak serta-merta menutup peluang pertumbuhan. Fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kokoh, memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kondisi finansial melalui strategi yang tepat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61%. Sejumlah lembaga internasional juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5% dalam beberapa tahun mendatang.
Anggota Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Chatib Basri, mengingatkan pentingnya mengantisipasi berbagai tantangan seperti ketidakpastian geopolitik, volatilitas harga komoditas, pelemahan permintaan masyarakat, serta tekanan terhadap nilai tukar dan pasar keuangan. Hal ini disampaikannya dalam acara Risk Awareness Series 2026 yang diselenggarakan Prudential Indonesia di Jakarta pada 22 Juli 2026.
“Ketidakpastian akan selalu menjadi bagian dari dinamika ekonomi. Yang membedakan adalah bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapinya. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan pasar terus membaik, peluang untuk bertumbuh tetap terbuka,” ujar Chatib Basri dalam keterangan pers, Rabu (12/8/2026).
Dari sisi investasi, President Director Schroders Indonesia, Michael T Tjoajadi, menilai volatilitas sebagai bagian tak terpisahkan dari siklus ekonomi. Oleh karena itu, ketidakpastian seharusnya tidak menjadi alasan untuk menunda perencanaan investasi. Investor perlu memastikan strategi investasi mereka tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang, salah satunya melalui pembangunan portofolio yang terdiversifikasi dan dievaluasi secara dinamis mengikuti perubahan kondisi pasar.
Diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi dampak gejolak pasar sekaligus mempertahankan peluang pertumbuhan aset dalam jangka panjang. Kondisi pasar saat ini juga tetap menawarkan peluang bagi investor yang berfokus pada fundamental dan memiliki perspektif jangka panjang.
Strategi Ketahanan Finansial
Berdasarkan pandangan Chatib Basri dan Michael T Tjoajadi, terdapat sejumlah prinsip yang dapat diterapkan masyarakat untuk menjaga sekaligus mengembangkan kondisi finansial di tengah ketidakpastian:
- Fokus pada Tujuan Keuangan Jangka Panjang: Perubahan pasar dalam jangka pendek sebaiknya tidak menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan finansial. Strategi perlu tetap diarahkan pada pencapaian tujuan dalam jangka panjang.
- Membangun Portofolio yang Seimbang dan Terdiversifikasi: Kombinasikan tabungan, investasi jangka panjang, dan berbagai aset sesuai profil risiko serta tujuan masing-masing. Portofolio perlu dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan perubahan kondisi ekonomi.
- Melengkapi Investasi dengan Perlindungan: Perlindungan kesehatan dan jiwa dapat mencegah risiko tak terduga mengganggu rencana keuangan keluarga.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, menambahkan bahwa ketidakpastian seharusnya tidak hanya dipandang sebagai risiko, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun ketahanan finansial sejak dini. “Di tengah dinamika ekonomi saat ini, kemampuan memahami dan mengelola risiko menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan jangka panjang. Keputusan yang baik lahir dari pemahaman risiko yang lebih baik,” kata Adit.
Untuk itu, Prudential Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam membantu masyarakat membangun ketahanan finansial melalui perlindungan jiwa dan kesehatan, inovasi layanan, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Komitmen ini diwujudkan salah satunya melalui Risk Awareness Series 2026, yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko dan pengelolaan keuangan.
Ikuti DailyFX.ID
