DailyFX.ID — Harga emas dunia perlahan menguat setelah tekanan dari aksi jual pasar obligasi Amerika Serikat (AS) mulai mereda. Penguatan ini terjadi usai emas mengalami penurunan harian terbesar dalam hampir sebulan terakhir pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).
Harga emas batangan di pasar spot melonjak hingga 0,6% dan kembali diperdagangkan di atas level US$ 4.360 per ons. Sebelumnya, harga sempat merosot hampir 2% pada sesi sebelumnya, menurut laporan Bloomberg internasional, Rabu (19/8/2026).
Stabilitas ini didorong oleh meredanya gejolak pada obligasi pemerintah AS (US Treasuries). Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi tenor 30 tahun sempat menyentuh rekor tertinggi dalam hampir dua dekade. Secara umum, kenaikan biaya pinjaman dan yield obligasi cenderung menekan emas karena komoditas ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas sempat pulih dan bergerak di kisaran US$ 4.400 per ons. Kenaikan tersebut ditopang oleh tingginya kembali permintaan investor serta aksi borong emas oleh sejumlah bank sentral dunia, khususnya Bank Sentral China (PBoC). Hasil survei manajer investasi oleh Bank of America Corp juga menunjukkan daya tarik emas telah mencapai level tertinggi sejak Maret 2023.
Tantangan Suku Bunga dan Geopolitik Timur Tengah
Meski berpotensi menguat, pergerakan emas masih terganjal oleh meredupnya prospek kesepakatan damai antara AS dan Iran. Langkah Presiden AS Donald Trump yang menegaskan tidak adanya dialog dengan Iran memicu ketidakpastian jalur perdagangan vital di Selat Hormuz. Berakhirnya Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua negara tanpa perpanjangan turut mengerek harga minyak mentah global.
Meningkatnya risiko inflasi akibat lonjakan harga energi berpotensi mendorong bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Kebijakan moneter yang ketat ini menjadi salah satu penahan utama (headwind) bagi laju harga emas.
“Meski tekanan jual baru tidak lagi membayangi, lonjakan arus modal yang masuk ke sektor logam mulia belakangan ini mulai menunjukkan penyesuaian,” ungkap analis dari TD Securities Ryan McKay, Rabu.
Para pelaku pasar kini menanti petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed melalui rilis notulensi rapat kebijakan Juli 2026, serta pidato Ketua Dewan Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam simposium tahunan di Jackson Hole pekan depan.
Pada perdagangan sesi pagi di Singapura, harga emas spot tercatat naik 0,5% ke level 4.357,07 dolar AS per ons. Sementara itu, harga perak turun 0,6% ke level 62,99 dolar AS per ons, sedangkan platina dan paladium mengalami penguatan tipis. Indeks Dolar Bloomberg mencatat penurunan sebesar 0,1%.
Emas secara historis dikenal sebagai aset aman (safe haven) utama yang paling diminati investor saat terjadi ketidakpastian ekonomi dan eskalasi geopolitik global. Ketika terjadi konflik internasional atau risiko inflasi tinggi yang mengancam nilai mata uang konvensional, emas menjadi sarana lindung nilai (hedging) pilihan untuk menjaga kekayaan.
Faktor Penentu Pergerakan Harga Emas
Pergerakan harga emas dunia dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci utama. Pertama, suku bunga dan imbal hasil obligasi. Karena emas tidak memberikan bunga (non-yielding asset), tingkat suku bunga acuan bank sentral dan yield obligasi pemerintah AS menjadi pesaing utama. Saat yield obligasi naik, daya tarik emas cenderung melemah, begitu pula sebaliknya.
Kedua, kekuatan mata uang Dolar AS. Emas dunia diperdagangkan dalam satuan dolar AS. Melemahnya indeks dolar AS biasanya membuat emas relatif lebih murah dan menarik bagi pemegang mata uang lain.
Ketiga, pembelian bank sentral. Keputusan bank sentral di berbagai negara, terutama di kawasan Asia dan pasar berkembang, untuk menumpuk cadangan emas guna diversifikasi aset turut menjadi penopang utama harga emas di tingkat global.
Ketegangan yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed mempertegas posisi emas sebagai instrumen vital yang terus dicermati oleh para pelaku pasar finansial dunia.
Ikuti DailyFX.ID
