— Emas, minyak, dan valuta asing (Forex) menjadi sejumlah pasar yang diperhatikan trader di tengah perubahan suku bunga, gejolak geopolitik, harga energi, dan pertumbuhan ekonomi global. Kondisi pasar pada 2026 diprediksi masih dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter antarnegara serta pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, dengan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi global tumbuh 3% pada tahun tersebut.

Di kawasan Asia Pasifik, pergerakan mata uang menjadi salah satu perhatian utama. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral dan perkembangan ekonomi masing-masing negara. Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) menyatakan inflasi inti secara bertahap bergerak menuju target 2%. Perkembangan aktivitas ekonomi, harga, dan kondisi keuangan menjadi sejumlah faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,3% secara tahunan pada kuartal II-2026, dari 5% pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, ekonomi China tumbuh 4,7% pada semester I-2026. Perkembangan ekonomi tersebut turut menjadi perhatian pasar saham di kawasan Asia. Permintaan terhadap teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek industri serta rantai pasok teknologi regional.

Di pasar komoditas, emas dan minyak menjadi dua aset yang sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik. Pergerakan harga minyak dapat memengaruhi inflasi, terutama di negara-negara yang bergantung pada impor energi. Perubahan harga energi juga dapat berdampak terhadap ekspektasi suku bunga dan nilai tukar.

Sementara itu, emas masih menjadi salah satu aset yang diperhatikan investor ketika ketidakpastian meningkat. World Gold Council (WGC) mencatat dana yang diperdagangkan di bursa emas atau gold ETF di Asia mencatat arus masuk bersih sekitar 70 ton pada semester I-2026. Pergerakan emas juga dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga, nilai dolar AS, inflasi, serta kondisi geopolitik.

Dengan kondisi tersebut, trader mencermati pergerakan Forex, komoditas, dan indeks secara bersamaan untuk melihat dampak perubahan kebijakan moneter serta perkembangan ekonomi global terhadap pasar. JustMarkets mencatat tersedia lebih dari 260 instrumen CFD yang mencakup Forex, emas, minyak, indeks, saham, dan aset lainnya. Perdagangan dapat dilakukan melalui sejumlah platform, termasuk MT4, MT5, terminal berbasis web, dan aplikasi seluler.