— Nilai tukar rupiah (IDR) tercatat menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Jumat, 18 September 2026. Berdasarkan data pasar spot exchange dari Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,06% ke posisi Rp 17.743 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi setelah pada hari sebelumnya, Kamis (17/9/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 57 poin (0,32%) ke level Rp 17.753 per dolar AS. Dikutip dari Yahoo! Finance, rupiah menguat di tengah suasana pasar mata uang yang cenderung tenang menjelang kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ).

Sementara itu, yen Jepang dibuka melemah 0,1% menjadi 156,19 per dolar AS. Pelemahan yen terjadi setelah sempat menghentikan tren penurunan selama tiga hari pada hari Kamis. Hal ini seiring dengan penantian pelaku pasar terhadap langkah bank sentral Jepang untuk menaikkan suku bunga ke tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Indeks dolar AS tercatat melemah 0,03% ke level 100.223. Sebelumnya, dolar AS sempat stabil di level 100,210 setelah sedikit turun dari level tertinggi dalam dua setengah bulan terakhir.

Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group yang berbasis di Melbourne, berpendapat bahwa mengingat ekspektasi pasar yang sudah tercermin dalam harga saat ini, keputusan suku bunga itu sendiri mungkin hanya akan berdampak terbatas pada yen. “Sebaliknya, perhatian justru harus tertuju pada kurva serta panduan bank sentral mengenai laju dan urgensi pengetatan kebijakan lebih lanjut,” ungkapnya.