DailyFX.ID — Harga emas perhiasan berbagai kadar terpantau stabil pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, di sejumlah pedagang emas ternama. Bagi calon pembeli maupun investor, disarankan untuk terus memantau pergerakan harga guna mengambil keputusan terbaik.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu incaran utama investor asing sepanjang pekan lalu, periode 18-21 Agustus 2026. Saham emiten perbankan besar ini mencatatkan *net buy* asing sebesar Rp 409,05 miliar, menempatkannya di posisi kedua setelah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Pada penutupan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, saham BBCA ditutup menguat 1,57% ke level Rp 6.450.
Perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada Jumat, 21 Agustus 2026, menunjukkan lonjakan volume yang signifikan. Sebanyak 6,24 miliar saham BUMI diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,23 triliun. Angka ini drastis meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya, di mana pada Kamis (20/8/2026) nilai transaksi hanya Rp 666,31 miliar. Saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini ditutup menguat 3,16% ke Rp 196.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga mencatatkan pergerakan positif pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Sekitar pukul 14.50 WIB, saham ADRO berada di level Rp 2.630 atau naik 3,14%, mencapai level tertingginya dalam tiga bulan terakhir. Frekuensi perdagangan saham ini mencapai 11.300 kali dengan nilai transaksi Rp 110,83 miliar.
Di sisi lain, laba bersih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) diproyeksikan akan menguat tajam pada 2026 dan terus bertumbuh pada 2027. Hal ini didorong oleh efisiensi biaya dan pemulihan margin. Laba bersih diperkirakan mencapai Rp 4,6 triliun pada 2026 dan meningkat menjadi Rp 5,3 triliun pada 2027. Mengacu pada proyeksi ini, rekomendasi saham GGRM ditingkatkan dari hold menjadi buy oleh analis MNC Sekuritas, dengan target harga yang telah ditetapkan.
Ikuti DailyFX.ID
