DailyFX.ID — JAKARTA – Volume perdagangan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami lonjakan signifikan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Sebanyak 6,24 miliar saham BUMI diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,23 triliun. Angka ini merupakan perubahan drastis dibandingkan hari sebelumnya, di mana pada Kamis, 20 Agustus 2026, hanya 3,55 miliar saham yang diperdagangkan senilai Rp 666,31 miliar. Bahkan, pada Rabu, 19 Agustus 2026, nilai transaksi saham BUMI hanya Rp 190,91 miliar.
Harga saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini ditutup menguat 3,16% ke level Rp 196 pada Jumat pekan lalu. Sempat menyentuh Rp 202, level tertinggi dalam sebulan terakhir, saham BUMI secara keseluruhan mengalami kenaikan 23,27% dalam sebulan terakhir dengan catatan net sell investor asing sebesar Rp 31,55 miliar. Sebaliknya, investor domestik membukukan net buy Rp 410,2 miliar di saham Bumi Resources dalam periode yang sama.
Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan kinerja PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan semakin kuat pada kuartal III-2026 dan berlanjut hingga akhir tahun. Prospek positif ini ditopang oleh peningkatan produksi emas Wolfram, pemulihan laba PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), serta potensi penurunan biaya tunai seiring meredanya harga bahan bakar.
Menurut riset Samuel Sekuritas, prospek batu bara BUMI juga mendapat katalis dari potensi kenaikan harga akibat El Nino, sementara volume produksi relatif terlindungi melalui penggunaan conveyor belt. Transformasi operasional Bumi Resources berjalan melalui dua jalur utama: ekspansi bisnis emas melalui akuisisi Wolfram dan Loyal Metal Mining, serta penguatan kinerja bisnis batu bara.
Pada bisnis emas, Samuel Sekuritas memperkirakan produksi Wolfram meningkat seiring membaiknya kadar bijih yang masuk ke fasilitas pengolahan. Produksi Wolfram diprediksi masih berada di jalur untuk mencapai target produksi setara tembaga sebanyak 15 kiloton (kt) pada 2026. Sementara itu, proses akuisisi Loyal Metal Mining ditargetkan rampung pada Agustus 2026, bergantung pada persetujuan pemegang saham.
Selain peningkatan produksi dan membaiknya kadar emas Wolfram, pemulihan laba BRMS diperkirakan turut menjadi pendorong kinerja BUMI pada kuartal-kuartal berikutnya. Pemulihan ini diproyeksikan berlangsung meskipun harga emas rata-rata berjalan pada kuartal III berada pada level lebih rendah, yakni US$ 4.076 per ons (oz). Faktor berikutnya adalah potensi penurunan biaya tunai dalam beberapa kuartal mendatang karena meredanya harga bahan bakar, yang berpotensi mengurangi tekanan terhadap margin.
Prospek positif Bumi Resources ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan pada kuartal II-2026. Pendapatan BUMI mencapai US$ 449 juta, tumbuh 7,5% dibandingkan kuartal sebelumnya (qoq) atau melonjak 36,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Secara kumulatif, penjualan BUMI pada semester I-2026 mencapai US$ 867 juta, meningkat 27,9% yoy.
Penguatan pendapatan pada kuartal II-2026 ditopang oleh kenaikan volume batu bara Arutmin sebesar 29,6% yoy. Harga jual rata-rata (ASP) juga meningkat 17,5% yoy. Di sisi laba, BUMI membukukan laba bersih kuartal II-2026 sebesar US$ 35 juta, melonjak 43,7% qoq atau 1.266,2% yoy. Secara kumulatif, laba bersih BUMI pada semester I-2026 mencapai US$ 59 juta.
Dari sisi operasional, penjualan batu bara BUMI pada kuartal II-2026 meningkat menjadi 19,8 juta ton atau tumbuh 3,1% qoq, didorong oleh volume yang lebih kuat dari Arutmin dan Kaltim Prima Coal (KPC). ASP batu bara BUMI juga melonjak menjadi US$ 67,1 per ton atau meningkat 14,5% qoq. Wolfram mulai beroperasi pada akhir Mei 2026 dengan kadar awal emas sebesar 0,78 gram per ton (g/t) dari pengolahan stockpile.
Samuel Sekuritas mencatat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, termasuk kemungkinan pelemahan harga batu bara dalam jangka pendek sebelum dampak El Nino muncul, serta potensi keterlambatan eksekusi akuisisi. Peningkatan produksi Wolfram yang lebih lambat dari perkiraan dan penurunan harga emas juga dapat memberikan tekanan terhadap prospek perseroan.
Meski terdapat sejumlah risiko, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham Bumi Resources (BUMI) dengan target harga yang tinggi sebesar Rp 300. Target harga ini didasarkan pada metode valuasi sum of the parts (SOTP), yang menghitung nilai perusahaan berdasarkan penjumlahan nilai masing-masing unit bisnis atau aset.
Ikuti DailyFX.ID
