— Penyimpanan cadangan emas suatu negara kini memasuki tren baru. Pemerintah dan pihak oposisi Venezuela dilaporkan tengah dalam proses mencapai kesepakatan untuk memindahkan cadangan emas negara tersebut senilai US$ 4 miliar, yang saat ini disimpan di Bank of England (BoE), ke brankas Federal Reserve Bank of New York.

Langkah ini berpotensi mengakhiri sengketa yang telah berlangsung selama tujuh tahun terkait cadangan emas yang dibekukan tersebut. Kesepakatan pemindahan cadangan logam mulia yang diusulkan mencakup sekitar 31 ton emas. Kesepakatan ini akan memberikan kendali hukum atas aset tersebut kepada pemerintahan sementara Venezuela di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez, namun tanpa mengizinkan penjualan aset itu secara langsung.

Sebagai gantinya, emas tersebut berpotensi dijadikan jaminan untuk pinjaman pemerintah, termasuk untuk membiayai rekonstruksi pasca-gempa bumi yang melanda Venezuela pada Juni 2026. Potensi kesepakatan ini merupakan salah satu hasil pertama dari negosiasi yang didukung AS antara pemerintah dan oposisi Venezuela.

Kesepakatan ini muncul di saat negara tersebut berupaya mendapatkan akses lebih luas terhadap pendanaan internasional. “Emas itu akan dipindahkan ke AS, tetapi Delcy tidak akan memiliki akses langsung terhadapnya,” ungkap seorang tokoh oposisi yang terlibat dalam pembicaraan tersebut. “Aset itu akan diawasi dan penggunaannya dibatasi,” terang sumber tersebut.

Sejak dilanda konflik internal, setiap pemindahan aset pemerintah Venezuela masih harus melewati hambatan sengketa hukum di pengadilan Inggris yang telah membuat emas batangan tersebut tidak dapat diakses oleh Caracas sejak tahun 2019. Konflik ini bermula setelah Inggris, AS, dan sejumlah pemerintah lainnya mengakui pemimpin oposisi saat itu, Juan Guaidó, sebagai presiden sementara Venezuela yang sah, alih-alih mengakui Presiden Nicolás Maduro yang menjabat saat itu.

Pihak oposisi kemudian mengklaim kendali atas emas milik bank sentral Venezuela yang disimpan di brankas Bank of England, yang memicu proses hukum hingga sempat sampai ke Mahkamah Agung Inggris. Situasi politik telah berubah secara signifikan sejak saat itu. Maduro ditangkap dalam operasi AS pada bulan Januari, Rodríguez menjadi pemimpin sementara, dan pemerintah serta oposisi Venezuela bulan lalu mengumumkan kerja sama untuk membuka akses terhadap emas batangan tersebut.

Inggris dan Venezuela juga sepakat pekan ini untuk meningkatkan hubungan diplomatik, di mana Inggris berencana menempatkan kembali duta besar di Caracas. Meski demikian, Inggris menyatakan bahwa mereka tidak dapat menentukan pihak mana yang memegang kendali atas emas batangan tersebut.

“Pemerintah bukan pihak dalam kasus hukum untuk menentukan siapa yang berhak menguasai emas Venezuela yang disimpan di Bank of England,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, seraya menambahkan bahwa masalah ini sedang ditangani melalui proses hukum yang independen. Bank of England menyatakan tidak dapat menindaklanjuti instruksi apa pun sampai pengadilan Inggris menetapkan pihak mana yang memiliki wewenang hukum atas cadangan aset tersebut.

“Hal ini mengharuskan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut untuk mengajukan perkara ke pengadilan Inggris guna menyelesaikan sengketa ini,” kata bank sentral tersebut. Kesepakatan itu belum rampung, dan penyelesaian rincian teknis serta hukumnya mungkin memakan waktu. Namun, jika terealisasi, pemindahan emas batangan tersebut ke New York akan memberikan sumber jaminan potensial bagi Venezuela.

Pemerintahan Rodríguez berupaya mencari pendanaan untuk membangun kembali infrastruktur dan memulihkan perekonomian tanpa harus segera mencairkan salah satu aset luar negeri utama negara itu.