DailyFX.ID — Harga emas menunjukkan tren penguatan setelah melewati pekan yang bergejolak. Awalnya, pasar emas sempat tertekan oleh lonjakan harga minyak, imbal hasil obligasi Treasury yang mendekati 5%, serta kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Namun, menjelang akhir pekan, harga emas spot bergerak stabil di kisaran US$ 4.377 per troy ounce, mengakhiri tren penurunan selama tiga pekan dan mencatatkan kinerja positif dalam grafik lima hari.
Survei yang dilakukan Kitco News di antara para analis dan investor di Wall Street menunjukkan mayoritas pelaku pasar memprediksi harga emas akan mempertahankan momentum positif atau bullish pada pekan depan. Sebanyak 16 analis yang disurvei menyatakan sikap bullish, dengan seluruhnya atau 100% responden memperkirakan harga emas akan kembali menguat. Kenaikan suku bunga The Fed dinilai gagal menghambat momentum emas.
“(Harga emas) akan naik. Pembeli emas muncul setelah pertemuan FOMC yang bernada hawkish. Hal itu sungguh mengesankan,” ujar Adam Button, kepala strategi mata uang di investingLive.
Senada dengan itu, analis pasar senior di Barchart.com, Darin Newsom, menyoroti tren jangka pendek harga emas untuk kontrak Desember yang telah berbalik naik. Menurutnya, pergerakan ini mengindikasikan peningkatan minat beli investor atau penurunan minat jual. “Meskipun harga emas kontrak Desember sempat turun di bawah rata-rata pergerakan selama 45 hari pada penutupan hari Selasa lalu, hal itu tidak memicu aksi jual algoritmik,” jelasnya.
Newsom menambahkan bahwa statistik teknis lainnya, terutama indikator stokastik yang menunjukkan pasar lebih dekat ke kondisi jenuh jual daripada jenuh beli, serta volatilitas pasar yang netral, membuat emas berpotensi menarik minat beli pada pekan depan. “Emas berpotensi menarik minat beli pada pekan depan,” ungkapnya.
Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management, melihat bahwa pasar obligasi Treasury yang bermasalah, ditambah dengan inflasi yang terus berlanjut, menjadi faktor positif bagi harga emas. “Kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin oleh Federal Open Market Committee (FOMC) awal pekan ini sudah diperhitungkan dalam harga emas. Jadi, setelah sempat terkoreksi sesaat, harga emas kembali pulih,” kata Rich Checkan, presiden sekaligus COO Asset Strategies International.
Alex Kuptsikevich, analis pasar senior di FxPro, memperkirakan harga emas akan kembali naik pekan depan. Ia mencatat bahwa paruh kedua pekan ini menjadi periode positif bagi aset berisiko, termasuk emas, meskipun terjadi di tengah penguatan dolar AS akibat penilaian ulang terhadap prospek kebijakan moneter AS. “Dengan menaikkan suku bunga, The Fed menunjukkan kesiapannya untuk bertindak tegas dan sepenuhnya selaras dengan sinyal-sinyal fundamental,” kata Kuptsikevich.
Kuptsikevich juga mengemukakan bahwa sebelum pertemuan bulan September, sempat muncul ekspektasi kuat bahwa Ketua The Fed pilihan Trump akan mencari alasan untuk tidak memperketat kebijakan. “Secara keseluruhan, hal ini telah meningkatkan kepercayaan terhadap Federal Reserve dan aset-aset AS (dolar serta obligasi) tanpa merugikan pasar saham, sekaligus memicu reli yang mengesankan pada emas,” paparnya.
Ikuti DailyFX.ID
