DailyFX.ID — JAKARTA – Permintaan emas perhiasan di India, konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia, dilaporkan tetap kokoh. Stabilitas ini terjadi meskipun harga emas mengalami volatilitas pada Agustus 2026. Kepala Riset untuk India di World Gold Council (WGC), Kavita Chacko, menyatakan bahwa arus investasi yang kuat dan pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat menjadi pendorong utama kenaikan harga emas tersebut.
Harga emas domestik di India secara umum mengikuti tren global, tercatat naik 12% sepanjang Agustus menjadi 158.854 rupe per 10 gram. Kenaikan ini sedikit tertahan oleh apresiasi tipis mata uang rupee. Namun, Chacko mencatat bahwa harga emas di India terus diperdagangkan di bawah harga paritas impor pada bulan September. Hal ini mengindikasikan pasokan yang memadai untuk memenuhi permintaan lokal.
Diskon harga emas pun melebar signifikan. Rata-rata diskon naik dari US$ 34 per troy ounce pada Juli menjadi US$ 51 per troy ounce pada Agustus, dan melonjak ke US$ 78 per troy ounce pada 11 September 2026. “Umpan balik pasar menunjukkan bahwa penukaran emas lama dengan perhiasan baru telah meningkatkan pasokan lokal dan membantu menjaga harga domestik tetap di bawah biaya impor. Ketersediaan pasokan tidak resmi juga disebut sebagai faktor yang berkontribusi terhadap pelebaran diskon tersebut,” jelas Chacko.
Di sisi lain, WGC mencatat awal musim perayaan di India yang belum pasti. Umpan balik industri menunjukkan permintaan emas perhiasan menjelang musim perayaan yang dimulai akhir Agustus 2026 telah melambat dalam beberapa minggu terakhir. “Lonjakan tajam harga emas pada bulan Agustus, yang diikuti oleh koreksi harga, membuat banyak konsumen mengambil sikap menunggu dan menunda pembelian barang yang tidak mendesak,” papar Chacko.
Para pengecer juga bersikap hati-hati dalam menambah inventaris, lebih memilih mengisi kembali stok berdasarkan permintaan aktual. Beberapa produsen bahkan melaporkan adanya penundaan pengambilan pesanan oleh pihak pengecer. Meskipun demikian, permintaan emas perhiasan terkait acara pernikahan menunjukkan ketahanan. Laporan WGC mengutip temuan yang memperlihatkan pergeseran berkelanjutan ke emas perhiasan yang lebih ringan di tengah harga yang mencapai rekor tertinggi.
Pasar ETF emas di India juga terus menunjukkan kinerja yang kuat. Arus masuk dana ke dalam ETF emas India melonjak 67% secara bulanan menjadi US$ 272 juta pada Agustus 2026. “Dari segi volume, kepemilikan aset meningkat sebesar 1,6 ton, sehingga total akumulasi kepemilikan ETF emas mencapai 121,3 ton, sementara akumulasi nilai aset kelolaan (AUM) naik menjadi 1.912 miliar rupe (sekitar US$ 20 miliar),” tulis Chacko.
Sementara itu, impor emas di India melambat drastis bulan lalu. Nilai impor turun menjadi US$ 2,3 miliar, mencerminkan penurunan bulanan sebesar 45% dan penurunan tahunan sebesar 58%. “Volume impor (bruto) diperkirakan berada di kisaran 15-20 ton, sementara porsi emas terhadap total impor barang turun menjadi 3%, dibandingkan dengan 9% pada tahun sebelumnya,” ujar Chacko. “Penurunan impor ini mengindikasikan bahwa pasokan domestik yang ada masih mencukupi untuk memenuhi perkiraan permintaan,” terangnya.
Ikuti DailyFX.ID
