— JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham, yaitu PT Harum Energy Tbk (HRTA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TEBE), untuk diperdagangkan pada Jumat, 25 September 2026. Rekomendasi ini dikeluarkan seiring dengan prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berpotensi menguji level support.

Menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas, harga saham HRTA menunjukkan pemulihan dari level support di kisaran 2.100-2.150 dan membentuk pola bullish reversal. Saham ini kembali diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan (MA) 20 hari di 2.230 dan MA 200 hari di 2.260. Indikator MACD mulai menunjukkan penguatan dengan histogram yang membaik. Selama harga bertahan di 2.230, peluang untuk mencapai target 2.360-2.475 masih terbuka.

HRTA berencana melakukan private placement dengan menerbitkan maksimal 460,5 juta saham baru, atau sekitar 10% dari total saham yang ada. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen untuk agenda ini dijadwalkan pada 16 Oktober 2026. Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan serta memenuhi kebutuhan modal kerja.

Selanjutnya, saham ENRG menunjukkan pemulihan ke level 1.310 dari support Fibonacci di kisaran 1.203-1.264, meskipun masih diperdagangkan di bawah MA 20 hari di angka 1.356. Level resistance terdekat berada di 1.350-1.440, dengan target potensial di 1.500-1.610 apabila terjadi breakout. Indikator MACD masih menunjukkan tren bearish dengan histogram negatif, namun selama harga bertahan di atas 1.264, peluang untuk kembali menguat tetap terbuka.

Kinerja keuangan ENRG pada semester I-2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan perusahaan meningkat 25,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 4,87 triliun. Laba bersih juga melonjak 34,1% YoY menjadi Rp 777,8 miliar, yang didukung oleh peningkatan laba kotor dan EBITDA.

Untuk saham TEBE, terjadi breakout dari pola ascending triangle dengan lonjakan volume perdagangan yang signifikan, menunjukkan momentum bullish yang terjaga. Analis merekomendasikan strategi buy on pullback di area 2.200-2.300, dengan level resistance di 2.390 dan target Fibonacci di 2.530. Indikator MACD telah mengkonfirmasi sinyal bullish crossover dengan histogram positif, yang semakin mendukung momentum kenaikan harga saham ini.

Pada September 2026, muncul pemberitaan mengenai divestasi seluruh saham oleh salah satu petinggi TEBE pada harga Rp 2.130 per saham. Peristiwa ini perlu dicermati lebih lanjut dari sisi sentimen kepemilikan saham perusahaan.

Prediksi IHSG

IHSG ditutup melemah 1,19% ke level 6.299 pada Kamis, 24 September 2026. Pelemahan ini melanjutkan tekanan jual yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi global. Sentimen negatif juga datang dari penurunan saham-saham berkapitalisasi besar, meskipun Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di 5,75% untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Sentimen global terpantau cenderung hawkish. Hal ini tercermin dari kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang menembus 5,11%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan ini didorong oleh aktivitas ekonomi Amerika Serikat yang kuat dan meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan oleh The Fed.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent menembus US$ 105 per barel akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta ketidakpastian pasokan energi global. Pasar juga menantikan perkembangan dari pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping, serta perkembangan diplomasi AS-Iran di sela Sidang Umum PBB (UNGA), yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko global.

“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 6.200-6.220 setelah kembali ditutup di bawah level 6.300 dengan indikator MACD yang memberikan sinyal bearish momentum dengan resistance terdekat pada 6.400-6.450,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya pada Jumat (25/9/2026).

Pergerakan IHSG selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan indeks untuk bertahan di area support tersebut, serta perkembangan dinamika geopolitik dan hasil pertemuan para pemimpin negara. Perdagangan di bursa Wall Street pada hari sebelumnya ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average melemah 0,31% ke 51.349,9, sementara S&P 500 turun 0,025% ke 7.704,1. Nasdaq Composite justru menguat tipis 0,012% menjadi 26.939,3.