DailyFX.ID — Sektor pertambangan menunjukkan daya tarik yang kian meningkat bagi para investor, terutama melalui pengembangan produk bernilai tambah. Hal ini disampaikan oleh Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur Purwanto Asset Management, Edwin Sebayang, yang menyoroti kinerja positif perusahaan-perusahaan dalam holding MIND ID.
Edwin menjelaskan bahwa MIND ID secara konsisten memperkuat operasional dan integrasi ekosistem hilirisasi. Langkah ini bertujuan untuk mendukung penciptaan produk bernilai tambah tinggi yang krusial dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. “Seperti MIND ID menjalankan penguatan operasional terukur, dan terus konsisten memperkuat integrasi ekosistem hilirisasi guna mendukung penciptaan produk bernilai tambah tinggi dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional,” ujar Edwin mengutip dari Antara, Rabu (26/8/2026).
Ia menambahkan bahwa holding perlu menjaga pertumbuhan, arus kas, dan margin keuntungan di tengah kondisi pasar yang diperkirakan lebih menantang pada paruh kedua tahun 2026. Kinerja positif yang dibukukan emiten tambang di bawah naungan MIND ID Group sepanjang semester I-2026 menjadi bukti kemampuan mereka beradaptasi di tengah dinamika harga komoditas dan transisi ekosistem industri global.
Sebagai contoh, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 25,24 juta. Sementara itu, PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba bersih semester I-2026 sebesar Rp 2,71 triliun. Edwin melihat emiten tambang BUMN ini masih memiliki sejumlah katalis menarik bagi investor.
Lebih lanjut, Edwin menguraikan bahwa prospek saham INCO dan TINS akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas global, realisasi volume produksi, serta kemampuan perusahaan dalam menjaga margin keuntungan. “Prospek INCO dan TINS akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas global, realisasi volume produksi, serta kemampuan menjaga margin di tengah siklus komoditas yang lebih menantang,” tuturnya.
Sementara itu, Antam (ANTM) dinilai memiliki prospek jangka panjang yang kuat berkat hilirisasi mineral dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Langkah hilirisasi ANTM mencakup pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia bersama PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dan HYD Investment Limited. Pembangunan fasilitas produksi proyek ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2026.
Bagi investor yang mencari stabilitas arus kas dan dividen, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tetap menjadi pilihan menarik. Daya tarik PTBA ditopang oleh rekam jejak pembagian dividen yang relatif konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Edwin memprediksi bahwa fokus investor pada semester II-2026 kemungkinan akan bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan laba yang tinggi. “Dengan demikian, fokus investor pada semester II-2026 kemungkinan akan mulai bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan laba yang tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa investor diperkirakan akan semakin memperhatikan kualitas laba, keberlanjutan arus kas, disiplin belanja modal, serta kemampuan masing-masing emiten dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. “Investor diperkirakan akan semakin memperhatikan kualitas laba, keberlanjutan arus kas, disiplin belanja modal, serta kemampuan masing-masing emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” imbuhnya.
Ikuti DailyFX.ID
