DailyFX.ID — JAKARTA – PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) telah merilis prospektus terkait rencana aksi korporasi rights issue jumbo. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru yang memiliki nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah ini setara dengan 99,79% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi ini.
Setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat pada 23 September 2026, pukul 16.00 WIB, berhak atas 46.235 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Satu HMETD dapat ditukar dengan satu saham baru pada harga pelaksanaan Rp 126.
Dari aksi ini, perseroan menargetkan perolehan dana mencapai Rp 27,1 triliun. HMETD yang diterbitkan dapat diperdagangkan di dalam maupun luar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tujuh hari kerja, mulai dari 25 September 2026 hingga 6 Oktober 2026. Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 25 September 2026. Sementara itu, cum date perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 21 September 2025.
IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), selaku pemegang saham mayoritas dengan 76,81% kepemilikan dan pengendali perseroan, telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan 165.216.755.166 HMETD. Pelaksanaan ini akan dilakukan melalui mekanisme penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng).
Penyetoran modal oleh IMR AH akan berbentuk kepemilikan 49% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Borneo Prima (BP), yang setara dengan 10.780 saham seri A milik IMR AH. Nilai total inbreng ini diperkirakan mencapai Rp 20,81 triliun.
“Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB atas rencana penambahan modal dengan mengeluarkan saham baru perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 lembar saham atas nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham dari modal disetor perseroan dengan menerbitkan HMETD dalam rangka PMHMETD I,” ungkap manajemen FORU dalam prospektus rights issue, Senin (14/9/2026).
Manajemen FORU menjelaskan bahwa sisa dana dari rights issue yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang akan disalurkan sebagai pinjaman kepada PT Borneo Prima. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja yang berkaitan dengan kegiatan operasional pertambangan dan menunjang aktivitas produksi.
Perdagangan saham FORU sendiri menunjukkan performa positif. Pada Jumat (11/9/2026) pekan lalu, saham FORU melonjak 4,79% ke level Rp 3.720. Dalam satu bulan terakhir, saham perusahaan ini tercatat melesat 77,99%.
Ikuti DailyFX.ID
