DailyFX.ID — PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) bersiap melaksanakan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Tanggal cum HMETD FORU di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada Senin, 21 September 2026. Tanggal cum date ini menjadi momen krusial karena merupakan hari terakhir bagi investor untuk membeli saham FORU guna mendapatkan hak memesan efek tersebut.
Perdagangan saham FORU pada pekan lalu mayoritas ditutup di zona merah, hanya sekali mencatat kenaikan. Secara total, saham FORU mengalami koreksi atau longsor sebesar 19,09% dan ditutup pada level Rp 3.010.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru. Nilai nominal setiap saham adalah Rp 100, yang setara dengan 99,79% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-rights issue ini.
Menurut manajemen FORU, setiap pemegang 100 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 46.235 HMETD. Satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 126.
Total dana yang diharapkan dari rights issue ini mencapai Rp 27,1 triliun. HMETD tersebut dapat diperdagangkan selama tujuh hari kerja, mulai 25 September 2026 hingga 6 Oktober 2026, baik di dalam maupun di luar Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 25 September 2026.
IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), yang merupakan pemegang saham pengendali dengan 76,81% kepemilikan atau 357.342.600 saham, telah menyatakan komitmennya. IMR AH berhak atas 165.217.351.110 HMETD dan akan melaksanakan 165.216.755.166 HMETD melalui mekanisme inbreng atau penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang.
Penyetoran modal oleh IMR AH akan dilakukan dalam bentuk kepemilikan 49% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Borneo Prima (BP), yang setara dengan 10.780 saham seri A milik IMR AH. Nilai dari inbreng ini diperkirakan mencapai Rp 20,81 triliun.
“Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari RUPSLB atas rencana penambahan modal dengan mengeluarkan saham baru perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 lembar saham atas nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham dari modal disetor perseroan dengan menerbitkan HMETD dalam rangka PMHMETD I,” ungkap manajemen FORU dalam prospektus.
Manajemen FORU menambahkan bahwa sisa dana dari rights issue yang diperoleh dari publik dalam bentuk uang tunai akan disalurkan perseroan sebagai pinjaman kepada PT Borneo Prima. Dana pinjaman ini selanjutnya akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja operasional pertambangan serta mendukung aktivitas produksi.
Ikuti DailyFX.ID
