DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan sebesar 25,59 poin atau 0,41% ke level 6.273,01 pada sejam pertama perdagangan Jumat, 25 September 2026. Penurunan ini terjadi setelah sempat mencatatkan penguatan di awal sesi. IHSG bergerak dalam rentang 6.262 hingga 6.328 sepanjang periode tersebut.
Di tengah pelemahan indeks, tiga saham justru berhasil menembus batas auto rejection atas (ARA) dan memimpin daftar saham dengan perolehan keuntungan tertinggi (top gainers), salah satunya adalah saham TRUK. Perdagangan sejam pertama mencatat volume 12,78 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,84 triliun, melalui 589.289 kali transaksi.
Sebanyak 165 saham tercatat mengalami kenaikan, sementara 450 saham diperdagangkan menurun, dan 163 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terpantau melemah 0,34%.
Pergerakan indeks saham Asia pada sejam perdagangan juga mayoritas menunjukkan tren negatif. Indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 1,84% dan Straits Times Singapura melemah 0,12%. Berbeda arah, indeks Nikkei Jepang melonjak 1,23%, sementara bursa Shanghai di China diliburkan.
Saham dengan Kenaikan Tertinggi
Tiga saham berhasil menempati posisi teratas dalam daftar top gainers setelah menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham PT Hotel Sahid International Tbk (SHID) melonjak 24,83% ke harga Rp 905, PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) melesat 24,64% ke Rp 2.580, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) naik 24,49% menjadi Rp 366.
Sebaliknya, saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Mitra Pack Tbk (PTMP) mengalami pelemahan tajam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Harga saham NASI ambles 14,96% ke Rp 199, sementara PTMP anjlok 14,75% ke Rp 52, menempatkan keduanya di puncak daftar saham dengan penurunan terbesar (top losers).
Ikuti DailyFX.ID
