— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 25 September 2026. IHSG terkoreksi 56,7 poin atau 0,9% ke level 6.241,8.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham dalam daftar LQ45 menunjukkan penguatan. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu yang terkuat dengan kenaikan 1,95%.

Lebih lanjut, terdapat lima saham yang berhasil mencapai batas atas Auto Rejection Atas (ARA). Saham PT Martina Berto Tbk (MBTO) memimpin lonjakan dengan kenaikan 34,6% ke harga Rp 206. Disusul oleh saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) yang melesat 24,8% ke Rp 905, dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang melonjak 24,6% ke Rp 2.580. Selain itu, saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) juga mencatat kenaikan signifikan 24,4% menjadi Rp 366, serta saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) yang menguat 12,9% ke Rp 200.

Saham-saham lain yang masuk dalam jajaran top gainers juga menunjukkan lonjakan harga yang cukup tinggi, berkisar antara 12% hingga 34%, seperti saham MBTO hingga UVCR.

Secara keseluruhan, pergerakan saham di bursa menunjukkan sebanyak 122 saham menguat, 587 saham melemah, dan 254 saham stagnan. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 9,3 triliun.

Semua sektor saham terpantau mengalami pelemahan pada penutupan pasar hari ini. Sektor perindustrian mencatat koreksi terdalam sebesar 2,5%. Sektor infrastruktur menyusul dengan pelemahan 2,2%, diikuti sektor transportasi 1,8%, dan sektor teknologi 1,7%.

Pelemahan juga terjadi pada sektor barang konsumen primer sebesar 1,37%, sektor properti 1,26%, sektor energi 1,18%, sektor barang konsumen non-primer 1,03%, sektor barang baku 0,97%, sektor kesehatan 0,77%, dan sektor keuangan 0,45%.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen global. Hal ini mencakup harga minyak yang tetap tinggi, ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS) yang akan bertahan lebih lama, serta perkembangan hubungan antara AS dan China. Pasar juga menantikan hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington.

Menurut Pilarmas, harga minyak dunia yang tinggi menjadi salah satu faktor penekan pasar. Meskipun ada laporan mengenai pertimbangan kesepakatan bertahap antara AS dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz dan mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran, pasar minyak masih dibayangi oleh ketidakpastian geopolitik.

Tingginya harga minyak berpotensi mendorong kembali inflasi global karena akan meningkatkan biaya energi, transportasi, dan produksi. Kondisi ini pada akhirnya dapat membatasi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Pilarmas menambahkan bahwa tekanan lain datang dari meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kekhawatiran ini muncul setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak. Pasar memperkirakan The Fed masih memiliki pekerjaan untuk mengendalikan inflasi dan bahkan berpotensi kembali menaikkan suku bunga jika tekanan harga belum mereda.

Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG

Meskipun IHSG ditutup melemah, terdapat lima saham yang memberikan keuntungan paling besar bagi investor pada hari ini, dengan kenaikan harga mencapai 12% hingga 34% dalam satu hari perdagangan.

Saham-saham yang memberikan cuan signifikan tersebut antara lain PT Martina Berto Tbk (MBTO) yang melesat 34,6% menjadi Rp 206, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) yang melonjak 24,8% ke Rp 905, dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) yang naik 24,6% menjadi Rp 2.580.

Selain itu, saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) meningkat 22,4% menjadi Rp 360, dan PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) terangkat 12,9% menjadi Rp 200.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami pelemahan tajam. PT Citatah Tbk (CTTH) longsor 14,9% ke Rp 108, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) ambles 14,9% ke Rp 199, dan PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) jatuh 14,9% ke Rp 1.055.

Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) juga terpeleset 14,8% menjadi Rp 80, sementara PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) terkikis 14,7% ke Rp 156.